PALANGKA RAYA — Operasi pencarian yang berlangsung sejak Minggu (9/8/2026) berakhir duka. Muhammad Kaspi Rosyadi ditemukan tidak bernyawa setelah tim penyelam menyisir dasar sungai di sekitar lokasi kejadian.
Jenazah korban langsung dievakuasi menuju RS Bhayangkara Palangka Raya untuk penanganan lebih lanjut sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.
Kronologi: Berenang Bareng Teman, Lalu Hilang Terseret Arus
Peristiwa nahas ini bermula saat korban bersama sejumlah temannya berenang di kawasan Pelabuhan Rambang, Jalan Riau, Kelurahan Pahandut, Minggu siang. Arus Sungai Kahayan yang tengah deras diduga menyeret korban hingga tenggelam dan tak muncul kembali.
Laporan kehilangan pun diterima petugas, dan Tim SAR Gabungan langsung dikerahkan. Pencarian di hari pertama belum membuahkan hasil, sehingga operasi dilanjutkan Senin pagi dengan menyisir permukaan sungai dan melakukan penyelaman di titik-titik yang diduga menjadi lokasi korban terjebak.
Basarnas: Pencarian Maksimal, Korban Ditemukan Hari Kedua
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palangka Raya, AA Ketut Alit Supartana, memastikan seluruh unsur yang terlibat telah bekerja maksimal sejak hari pertama. "Operasi SAR telah kami laksanakan secara maksimal bersama seluruh unsur yang terlibat, korban berhasil ditemukan pada hari kedua pencarian dalam kondisi meninggal dunia," ujarnya.
Ia juga menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. "Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban," kata Alit.
Delapan Unsur Terjun dalam Operasi Pencarian
Operasi SAR gabungan ini melibatkan Kantor SAR Palangka Raya, Polairud Polda Kalteng, Sabhara Polda Kalteng, Polresta Palangka Raya, BPBD, Dinas Perhubungan, relawan gabungan, serta masyarakat setempat. Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi dinyatakan selesai.
Imbauan Keselamatan: Waspadai Arus Sungai Kahayan
Alit mengingatkan masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di perairan. Sungai Kahayan memiliki karakteristik arus yang dapat membahayakan siapa pun yang berenang tanpa memperhatikan faktor keselamatan.
"Kami mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada dan memperhatikan faktor keselamatan saat beraktivitas di sungai," pungkasnya.