PALANGKA RAYA — Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah mengerahkan personelnya untuk menjinakkan dua titik kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah Kota Palangka Raya. Lokasi pertama berada di Jalan Temanggung Kenyapi I B, Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut, sementara titik kedua berlokasi di Jalan Hiu Putih Lanjutan, Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya.
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, Agustan Saining, menegaskan bahwa setiap laporan kebakaran yang masuk langsung ditindaklanjuti. Hal ini dilakukan sebagai upaya preventif agar api tidak sempat merambat ke area yang lebih luas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.
Respons Cepat Jadi Kunci Cegah Api Meluas
Agustan menyebut kecepatan penanganan sangat menentukan keberhasilan pengendalian karhutla. "Respons cepat menjadi kunci dalam penanganan karhutla. Semakin cepat titik api ditangani, semakin besar peluang mencegah kebakaran meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar," ujarnya.
Di Kelurahan Langkai, laporan warga masuk melalui aplikasi WhatsApp sekitar pukul 13.25 WIB. Informasi tersebut langsung direspons dengan menerjunkan Tim Pemadaman Darat Dishut Kalteng yang berkolaborasi dengan Bhabinkamtibmas setempat, BPK Flamboyan, dan TSAK Langkai.
Lahan Gambut yang Terbakar di Langkai Berhasil Dipadamkan
Kebakaran di lokasi pertama menghanguskan lahan gambut yang dipenuhi semak belukar, pakis-pakisan, serta tanaman kalakai. Berkat sinergi personel di lapangan, api berhasil dipadamkan dengan luas lahan terdampak diperkirakan mencapai 0,02 hektare.
Setelah api padam, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi. Proses pendinginan tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa dan berpotensi memicu kebakaran kembali di kemudian hari.
Penanganan di Bukit Tunggal Lebih Intensif, Peralatan Berat Dikerahkan
Situasi berbeda terjadi di Jalan Hiu Putih Lanjutan, Kelurahan Bukit Tunggal. Hingga sore hari, proses pemadaman masih terus berlangsung. Tim gabungan yang terdiri atas Dalkarhutla Dishut Kalteng, BPBD Provinsi Kalimantan Tengah, BPBD Kota Palangka Raya, serta personel Polri berupaya mengendalikan kobaran api di lahan seluas sekitar 0,08 hektare.
Untuk mempercepat pemadaman, petugas mengerahkan satu unit mobil operasional, mesin pompa Honda WL, selang hisap, enam roll selang tembak, serta sejumlah peralatan pendukung. Sumber air diambil dari parit yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Agustan menjelaskan, karakteristik lahan di Bukit Tunggal yang merupakan gambut dengan tumbuhan akasia kering membuat api mudah menjalar. Kondisi ini menuntut penanganan yang lebih serius dan intensif dibandingkan kebakaran pada lahan mineral.
"Karakteristik lahan gambut memang memerlukan penanganan yang lebih serius. Karena itu, selain memadamkan api, tim juga membuat sekat bakar dan melakukan pendinginan agar api tidak kembali muncul," katanya.
Pemantauan Berkala Dilakukan Hingga Api Benar-Benar Padam
Hingga pukul 16.27 WIB, petugas masih berjibaku dengan api di Kelurahan Bukit Tunggal. Pemantauan secara berkala terus dilakukan untuk memastikan api benar-benar dapat dikendalikan dan tidak kembali menyala.
Agustan mengapresiasi kerja sama seluruh personel gabungan yang terlibat. Menurutnya, keberhasilan pengendalian kebakaran tidak lepas dari sinergi lintas instansi dan partisipasi aktif masyarakat dalam melaporkan kejadian serupa.
"Karhutla adalah tanggung jawab bersama. Dengan kepedulian masyarakat dan sinergi semua pihak, kita berharap risiko kebakaran dapat terus ditekan demi menjaga kelestarian hutan dan keselamatan masyarakat," pungkasnya.