KUALA PEMBUANG — Kehadiran seragam cokelat di tengah aktivitas bongkar muat ikan di DAS Seruyan bukan sekadar untuk berjaga. Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Seruyan menggelar patroli dialogis yang menyasar pusat keramaian di kawasan pesisir, termasuk area perbelanjaan dan pasar tradisional.
Kegiatan yang merupakan bagian dari Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) ini dipusatkan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan Desa Sungai Undang. Tiga personel diterjunkan: BRIPKA AKHMAD RIZALI, BRIPKA ASEP AHMAD HIDAYAT, dan BRIPDA ANGGA TEGUH R.
Bukan Sekadar Patroli, Tapi Ngobrol Bareng Nelayan
Alih-alih hanya berkeliling memantau, personel Satpolairud memilih pendekatan dialogis. Mereka menyapa satu per satu nelayan yang baru saja merapatkan perahu, serta warga yang beraktivitas di sekitar TPI. Pendekatan ini dipilih untuk membangun komunikasi langsung antara polisi dan masyarakat.
“Kami hadir untuk berdialog dan memberikan rasa aman kepada masyarakat pesisir. Kehadiran polisi di kawasan TPI dan sungai diharapkan dapat mencegah potensi gangguan kamtibmas serta mempererat hubungan antara kepolisian dan warga,” ujar salah satu personel Satpolairud di lokasi.
Warga: Polisi Sering Lewat, Kami Jadi Lebih Tenang
Respons positif datang dari warga setempat. Mereka mengapresiasi langkah Satpolairud yang rutin menyambangi pesisir, terutama di titik-titik rawan seperti kawasan TPI yang ramai aktivitas ekonomi.
Patroli dialogis ini bukan kegiatan dadakan. Satpolairud Polres Seruyan menjadwalkannya secara rutin sebagai bentuk kehadiran nyata negara di Daerah Aliran Sungai (DAS) Seruyan. Targetnya sederhana: menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah perairan.
Mengapa Pesisir Seruyan Butuh Patroli Rutin?
Wilayah pesisir dan DAS Seruyan memiliki karakteristik unik. Aktivitas nelayan yang padat, perputaran uang di TPI, serta akses sungai yang terbuka membuat kawasan ini rawan gesekan dan tindak kriminal. Kehadiran polisi secara dialogis dinilai lebih efektif ketimbang patroli konvensional yang kaku.
Dengan menyasar langsung pusat berkumpulnya masyarakat, Satpolairud berharap potensi gangguan bisa dicegah sejak dini. Warga pun merasa memiliki akses untuk melapor atau sekadar bertanya langsung kepada petugas yang lewat.