Peluang Persija Jakarta untuk merengkuh gelar juara Super League 2025/2026 kini berada di titik nadir setelah pelatih Mauricio Souza menyebut kans timnya hanya tersisa satu persen. Dengan selisih tujuh angka dari puncak klasemen, Macan Kemayoran wajib menyapu bersih tiga laga sisa sembari berharap Persib Bandung dan Borneo FC terpeleset.
Langkah Persija Jakarta untuk mengunci trofi musim ini menemui jalan terjal yang nyaris mustahil dilewati. Hingga pekan ke-31, Donny Tri Pamungkas dan kolega masih terpaku di urutan ketiga dengan koleksi 65 poin, tertinggal cukup jauh dari dua pesaing utama di atas mereka.
Hitung-hitungan Poin Persija di Sisa Musim Super League
Secara matematis, jarak tujuh angka dari Persib Bandung dan Borneo FC Samarinda membuat posisi Persija sangat terjepit. Jika mampu menyapu bersih kemenangan di tiga laga sisa, poin maksimal yang bisa diraih tim ibu kota adalah 74 angka, sedangkan para rival hanya butuh satu kemenangan lagi untuk menyentuh angka 75.
"Dan sejujurnya, peluang juara hanya tersisa 1 persen. Selama masih ada peluang secara matematis, kami akan memperjuangkannya," kata Mauricio Souza kepada wartawan pada Kamis (7/5/2026).
Strategi Ofensif Mauricio Souza Jelang Duel Lawan Persib
Ujian terdekat Persija hadir pada pekan ke-32 saat mereka bertandang ke markas Persib Bandung, Minggu (10/5). Kemenangan di laga klasik ini menjadi harga mati untuk menjaga napas di jalur juara, meskipun nasib mereka juga bergantung pada hasil pertandingan yang dilakoni Borneo FC.
Mauricio Souza menegaskan anak asuhnya tidak akan mengubah gaya bermain meski situasi sedang sulit. Pelatih asal Brasil tersebut menjamin Persija tetap tampil menekan untuk mengejar poin penuh di kandang lawan, sesuai dengan identitas tim yang ia bangun sejak awal musim.
"Namun Borneo dan Bandung adalah tim yang bermain sangat konsisten selama kompetisi. Saya rasa kami punya peluang besar untuk mengalahkan Bandung. Kami akan pergi ke sana untuk memenangkan pertandingan. Tim kami adalah tim yang bermain menyerang, yang selalu mencari kemenangan sepanjang waktu," lanjut Mauricio.
Keluhan Soal Kondisi Lapangan dan Konsistensi Rival
Selain faktor teknis di klasemen, Mauricio juga menaruh hormat pada stabilitas performa yang ditunjukkan Persib dan Borneo FC Samarinda. Ia mengakui bahwa mengejar kedua tim tersebut adalah tantangan besar, terlebih kondisi infrastruktur pertandingan di beberapa stadion dianggap kurang mendukung performa maksimal pemain.
"Tapi memang menjadi juara itu sangat sulit. Kami harus pergi ke sana dan menang, seperti yang kami lakukan terhadap semua lawan di liga. Ini adalah dua tim besar, akan menjadi pertandingan yang hebat. Sayang sekali lapangannya tidak menawarkan kondisi yang baik," ucapnya menutup pembicaraan.