PM Italia Meloni Marah Besar ke Trump, Bantah Memohon Foto Bareng di KTT G7

Penulis: Faizal Ramadhan  •  Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:47:32 WIB
Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni membantah klaim Donald Trump soal permintaan foto bersama di KTT G7.

KALIMANTAN TENGAH — Ketegangan diplomatik antara Italia dan Amerika Serikat mencuat setelah Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni memohon kepadanya untuk berfoto bersama saat KTT G7 di Prancis. Klaim tersebut langsung dibantah keras oleh Meloni dan memicu kemarahan di kalangan diplomat Italia.

Kronologi Klaim yang Memicu Kemarahan

Trump menyebut insiden itu terjadi di sela-sela pertemuan para pemimpin negara industri terbesar dunia. Menurut Trump, Meloni sangat ingin mengabadikan momen bersama dirinya dan bahkan sampai memohon-mohon.

Pernyataan itu disampaikan Trump dalam sebuah wawancara yang langsung menjadi viral. Media Italia dan internasional kemudian ramai memberitakan klaim tersebut, yang dinilai tidak sesuai dengan protokol diplomatik dan etika kenegaraan.

Reaksi Keras dari Roma: "Tidak Sesuai Fakta"

Pemerintah Italia, melalui kantor PM Meloni, segera mengeluarkan pernyataan resmi yang membantah keras klaim Trump. Mereka menyebut narasi itu sebagai "tidak benar dan tidak berdasar."

"PM Meloni tidak pernah memohon untuk berfoto dengan siapapun. Hubungan antar pemimpin negara didasarkan pada rasa saling menghormati, bukan permohonan semacam itu," demikian bunyi pernyataan resmi yang dikutip media setempat.

Sumber diplomatik Italia yang tidak disebutkan namanya menyebutkan bahwa justru sebaliknya yang terjadi. "Ini adalah upaya untuk merendahkan posisi Italia di panggung global," ujar sumber tersebut kepada media Italia.

Dampak pada Hubungan Bilateral Italia-AS

Insiden ini berpotensi mempengaruhi hubungan bilateral yang selama ini terjalin cukup hangat antara Roma dan Washington. Meloni, yang dikenal sebagai pemimpin berhaluan kanan, selama ini memiliki kedekatan ideologis dengan Trump dan partainya.

Namun, pernyataan kontroversial Trump kali ini dianggap melampaui batas. Para analis politik Italia menilai bahwa klaim semacam itu bisa merusak kepercayaan di antara kedua pemimpin, terutama menjelang pemilu AS dan dinamika politik Eropa yang sedang memanas.

Pelajaran Diplomatik: Narasi vs Fakta di Meja Perundingan

Kasus ini menjadi pengingat betapa rentannya hubungan antar negara terhadap pernyataan sepihak yang tidak terverifikasi. Dalam diplomasi, persepsi publik seringkali sama pentingnya dengan fakta di lapangan.

Pemerintah Italia sejauh ini belum mengumumkan langkah diplomatik lebih lanjut. Namun, mereka menegaskan akan terus mengklarifikasi posisi resmi Italia di setiap forum internasional. "Kami tidak akan membiarkan martabat bangsa direndahkan oleh pernyataan yang tidak bertanggung jawab," tegas pernyataan resmi tersebut.

Reporter: Faizal Ramadhan
Sumber: news.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top