Seri CMF Phone Batal Rilis Model Baru, Biaya RAM Kini Paling Mahal

Penulis: Irfan Hakim  •  Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:25:01 WIB
Nothing resmi menghentikan produksi seri CMF Phone untuk tahun 2025 akibat kenaikan harga komponen.

KALIMANTAN TENGAH — Nothing resmi menghentikan produksi seri CMF Phone untuk tahun 2025. Langkah ini diambil setelah kenaikan harga komponen, khususnya RAM dan memori, membuat ponsel budget ini tidak lagi ekonomis untuk diproduksi.

Akis Evangelidis, Co-founder Nothing sekaligus penggagas lini CMF, mengumumkan keputusan ini melalui akun X (dulu Twitter) miliknya. Ia menjelaskan bahwa timnya sudah mengerjakan desain untuk penerus CMF Phone 2 Pro, namun rencana itu terpaksa dihentikan.

"Kami sedang mengerjakan penerusnya, tetapi dengan harga memori saat ini, kami tidak bisa membuat ponsel yang terasa seperti lompatan nyata dengan harga yang masuk akal untuk CMF," tulis Evangelidis.

RAM Mengalahkan Prosesor sebagai Komponen Paling Mahal

Dalam unggahan terpisah, Evangelidis menambahkan bahwa merilis perangkat dengan spesifikasi identik dengan CMF Phone 2 Pro akan memakan biaya produksi 50 persen lebih mahal di pasar saat ini. Alhasil, stok CMF Phone 2 Pro sudah lama kosong dan tidak akan diproduksi ulang.

Keputusan ini muncul hanya beberapa hari setelah CEO Nothing, Carl Pei, mengungkapkan bahwa RAM kini menjadi komponen termahal dalam perangkat smartphone. Menurut Pei, biaya RAM bahkan bisa melampaui harga prosesor dan layar, serta menyumbang "lebih dari 50 persen dari total biaya perangkat keras."

Fenomena kenaikan harga memori ini disebut sebagai "RAMageddon" dan diprediksi belum akan berakhir dalam waktu dekat. Hal ini membuat masa depan lini CMF Phone yang mengusung harga terjangkau menjadi tidak menentu.

CMF Phone: Ponsel Budget yang Mati di Tengah Jalan

Seri CMF Phone dikenal sebagai lini ponsel budget garapan Nothing yang menawarkan spesifikasi kompetitif dengan harga rendah. Sejak dirilis, dua model pertamanya mendapat sambutan positif karena nilai yang ditawarkan sebanding dengan harga.

Namun, krisis biaya komponen ini menjadi pukulan telak bagi segmen ponsel murah. Produsen kelas bawah biasanya memiliki margin keuntungan yang tipis, sehingga kenaikan harga komponen langsung berdampak pada kelangsungan produk.

Belum ada kepastian kapan lini CMF Phone akan kembali hadir. Nothing saat ini fokus mengembangkan lini utama Nothing Phone dan produk audio mereka.

Nasib Pasar Ponsel Murah ke Depan

Keputusan Nothing menghentikan CMF Phone menjadi sinyal bahwa industri ponsel pintar sedang menghadapi tekanan biaya produksi yang serius. Produsen lain di segmen entry-level dan mid-range diprediksi akan mengalami nasib serupa jika harga komponen tidak segera turun.

Bagi konsumen Indonesia yang menantikan kehadiran CMF Phone 2 Pro, kabar ini tentu mengecewakan. Namun, Nothing masih memiliki jajaran produk lain seperti Nothing Phone (3a) yang dikabarkan akan hadir dengan warna baru dan harga lebih rendah.

Reporter: Irfan Hakim
Sumber: 9to5google.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top