PALANGKA RAYA — Bank Kalteng melaporkan pertumbuhan positif pada sejumlah indikator keuangan utama hingga Maret 2026. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi I DPRD Kalimantan Tengah, Kamis (18/6/2026), Direktur Utama Maslipansyah merinci kenaikan aset sebesar 7,68 persen, kredit 8,73 persen, dan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang melesat 10,56 persen secara tahunan.
Maslipansyah menegaskan kondisi bank tetap sehat dan efisien. Rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) tercatat sebesar 64,96 persen, angka yang menunjukkan pengelolaan biaya yang ketat di tengah ekspansi bisnis.
“Kinerja Bank Kalteng tumbuh positif secara tahunan. Aset meningkat 7,68 persen, kredit 8,73 persen, dan Dana Pihak Ketiga (DPK) 10,56 persen. Kondisi bank juga tetap sehat dan efisien, tercermin dari rasio BOPO sebesar 64,96 persen,” ujar Maslipansyah dalam paparannya di hadapan anggota dewan.
Selain kinerja keuangan, Bank Kalteng juga menegaskan komitmennya dalam mendukung program prioritas daerah. Hingga 15 Juni 2026, realisasi pencairan dana bantuan Program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) telah mencapai 90,76 persen.
Total dana yang telah dicairkan kepada keluarga penerima manfaat mencapai Rp24,09 miliar. Maslipansyah menyebut penyaluran bansos ini dilakukan secara transparan dan akuntabel sebagai bentuk dukungan terhadap program sosial Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.
Maslipansyah menjelaskan, pertumbuhan positif ini tidak lepas dari penerapan strategi bisnis yang berlandaskan prinsip kehati-hatian. Pihaknya juga mengaku adaptif dalam menghadapi dinamika ekonomi global maupun regional yang masih penuh ketidakpastian.
“Pada 2026, Bank Kalteng berkomitmen memperkuat manajemen risiko dan likuiditas secara disiplin, serta mendorong pertumbuhan kredit yang selektif dan berkualitas. Hal ini dilakukan guna memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan dan mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya.