SAMPIT — Irawati menyebut peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi momentum strategis untuk membangun kesadaran kolektif. Menurutnya, tantangan lingkungan saat ini semakin kompleks, mulai dari pencemaran, perubahan iklim, hingga sampah plastik yang mengancam ekosistem pesisir dan laut.
Dalam kegiatan itu, Irawati tidak hanya turun memungut sampah. Ia juga memberikan edukasi langsung kepada pengelola wisata dan pelaku UMKM di sekitar Pantai Ujung Pandaran. Para pelaku usaha diminta menyediakan tempat sampah bagi pengunjung dan bertanggung jawab terhadap pengelolaan sampah sesuai ketentuan.
"Kebersihan kawasan wisata akan berdampak langsung terhadap kenyamanan pengunjung dan keberlangsungan sektor pariwisata daerah," ujar Irawati di Sampit.
Pantai Ujung Pandaran selama ini menjadi salah satu destinasi wisata andalan di Kotim. Namun, tingginya kunjungan wisatawan juga membawa persoalan sampah yang kerap menumpuk di pesisir. Irawati menegaskan, kawasan ini bukan hanya bernilai ekonomis, tetapi juga memiliki fungsi ekologis dan sosial yang vital bagi masyarakat.
"Keberlanjutan kawasan tersebut harus dijaga agar tetap memberikan manfaat bagi generasi mendatang," katanya.
Aksi bersih ini melibatkan berbagai unsur. Mulai dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Damkar, Inspektorat, BPBD, Dispora, Disnakertrans, Kecamatan Teluk Sampit, Puskesmas Teluk Sampit, Pemerintah Desa Ujung Pandaran, hingga para pelajar sekolah dasar. Mereka bersama-sama membersihkan sampah yang berserakan di area pantai.
Irawati mengajak masyarakat memulai dari kebiasaan kecil: mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah dari sumbernya, dan tidak membuang sampah sembarangan. Menurutnya, semangat gotong royong yang ditunjukkan hari ini menjadi contoh nyata bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama.
"Saya berharap langkah kecil yang kita lakukan hari ini dapat memberikan manfaat besar bagi kelestarian lingkungan di masa mendatang," ucapnya.
Pemkab Kotim, kata Irawati, terus berkomitmen mendukung berbagai program perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Namun, keberhasilan program tersebut membutuhkan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, komunitas, hingga seluruh lapisan masyarakat.
"Mari kita jadikan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini sebagai momentum untuk memperkuat komitmen dan aksi nyata dalam menjaga kebersihan lingkungan serta mewujudkan Kotim yang bersih, sehat, nyaman dan berkelanjutan," demikian Irawati.