KALIMANTAN TENGAH — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meresmikan pengoperasian KM Banawa Nusantara 27 yang diberi julukan Pete-pete Laut di Dermaga Pulau Barrang Lompo, Jumat (12/6). Kapal ini menjadi solusi atas keterbatasan akses transportasi yang selama ini membelenggu warga Kepulauan Sangkarrang.
"Hari ini kita melakukan peluncuran awal sebuah program yang menjadi solusi bagi kondisi masyarakat Kepulauan Sangkarrang," ujar Munafri dalam sambutannya.
Kapal bertolak dari Pulau Barrang Lompo pukul 07.00 Wita setiap Senin. Rutenya mencakup Pulau Bone Tambu, Pulau Lumu-Lumu, Pulau Langkai, dan pulau terluar sebelum kembali ke Barrang Lompo. Prioritas penumpang diberikan kepada tenaga pendidik, tenaga kesehatan, pelajar, dan masyarakat umum di wilayah kepulauan.
Layanan ini tidak dipungut biaya sepeser pun. "Ini bukan milik pemerintah, tetapi milik masyarakat yang difasilitasi oleh pemerintah. Tidak ada tarif yang ditentukan. Semuanya gratis," tegas Munafri.
Peluncuran Pete-pete Laut merupakan realisasi janji politik Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham pada Pilkada 2024. Program ini menempatkan masyarakat kepulauan sebagai prioritas pembangunan kota yang inklusif dan berkeadilan.
Selama ini, akses transportasi menjadi hambatan utama bagi pelajar yang hendak ke sekolah, guru yang bertugas di pulau, hingga tenaga kesehatan yang melayani warga. "Alur transportasi menjadi faktor yang membatasi gerak pembangunan, baik infrastruktur maupun sumber daya manusia di wilayah kepulauan," kata Munafri.
Dengan kapasitas 30 penumpang, Munafri meminta Dinas Perhubungan memastikan standar keamanan terpenuhi. Setiap penumpang wajib mendapatkan jaket pelampung, dan perangkat komunikasi kapal harus berfungsi optimal selama perjalanan.
"Saya minta agar memperhatikan seluruh aspek pelayanan transportasi. Kapal ini harus dilengkapi sarana keselamatan yang lengkap dan memadai, serta tidak boleh overload," imbuhnya. Prinsip keamanan, keselamatan, kenyamanan, kesetaraan, dan kemudahan menjadi standar minimal yang harus dipenuhi.
Satu armada saat ini belum mampu mengakomodasi seluruh kebutuhan warga kepulauan. Pemerintah akan menghitung kebutuhan operasional dan skema pengembangan agar program ini berkelanjutan. Targetnya, dua hingga tiga kapal akan dihadirkan ke depan.
"Saya ingin memastikan dengan hadirnya Pete-pete Laut, akses masyarakat menjadi lebih mudah. Di sisi lain, pemerintah juga bisa lebih dekat melihat dan menjangkau pulau-pulau yang kita miliki," ujar Munafri.
Warga Kepulauan Sangkarrang kini bisa menikmati layanan publik yang dirancang untuk mendekatkan akses dan mempercepat pelayanan. Munafri mengajak seluruh masyarakat menjaga fasilitas ini agar manfaatnya bisa dirasakan jangka panjang. "Ini adalah milik kita semua, milik warga pulau yang difasilitasi pemerintah," pungkasnya.