KALIMANTAN TENGAH — Keramaian terlihat di area start GBK sejak pagi. Ribuan peserta berkumpul untuk mengikuti empat kategori lomba: BSN 5K, EJ Sport 10K, Le Mineral Half Marathon (21,1K), dan BTN Marathon (42,1K). Untuk kategori 5K dan 10K digelar hari ini di GBK, sementara half dan full marathon akan berlangsung besok dengan rute dari Monumen Nasional hingga GBK.
Raihan (9) menjadi salah satu peserta termuda yang turun di kategori 10K. Ditemani ibunya, Ani, bocah kelas 3 SD itu mengaku sudah empat kali ikut lomba lari dalam setahun terakhir. “Ramai, dapat medali juga,” katanya kepada Katadata.
Setiap akhir pekan, Raihan rutin berlatih untuk menjaga stamina. Dukungan penuh datang dari kedua orang tuanya yang juga pelari aktif. Sang ayah, Andi, bahkan ikut kategori full marathon. Untuk mendapatkan slot pendaftaran, Ani mengaku harus bersaing ketat. “Saya dan suami pakai BTN prioritas, tiket perang untuk Raihan,” ujarnya.
Di sisi lain, peserta senior seperti Tungga Dewa (67) justru datang dari Tangerang Selatan untuk mencari suasana berbeda. Ia mengaku sudah lama berlari, dan mengikuti lomba massal seperti BTN Jakarta International Marathon membuatnya lebih bersemangat. “Saya sudah lama olahraga lari, sekarang coba-coba cari crowd gitu. Kalau ikut lomba begini rasanya lebih semangat,” ujarnya.
Tungga berhasil menyelesaikan lari 10K dalam waktu sekitar 1 jam 25 menit. Untuk menjaga kondisi, pensiunan ini rutin berlari lima kali seminggu, baik di Tangerang Selatan maupun di GBK. Ia pun menyemangati generasi muda agar rutin berolahraga. “Kalau olahraga sendiri bisa variasi lokasinya, jadi lebih menyenangkan,” kata dia.
BTN Jakarta International Marathon 2026 menjadi bukti bahwa olahraga lari tidak mengenal usia. Dari anak-anak yang baru belajar berlari hingga pensiunan yang mencari komunitas, ajang ini menjelma menjadi panggung kebersamaan dan semangat hidup sehat.