KALIMANTAN TENGAH — Vegetasi yang menjalar atau tumbuh terlalu dekat dengan Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) menjadi salah satu penyebab utama pemadaman di daerah yang didominasi lahan hijau. PLN UP3 Tasikmalaya merespons hal ini dengan mengerahkan 100 personel—terdiri dari 87 teknisi dan 13 pengawas—untuk menertibkan Right of Way (ROW) di sejumlah titik rawan.
Manager PLN UP3 Tasikmalaya, Yudho Rahadianto, menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar pemeliharaan rutin. “Nilai-nilai Pancasila menjadi landasan dalam setiap langkah pelayanan PLN. Melalui program Payung Geulis, kami berupaya memastikan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat sebagai wujud tanggung jawab dan pengabdian PLN kepada bangsa,” ujarnya.
Selain penebangan dan pemangkasan pohon, tim lapangan juga memasang 15 protective sleeve—sarung pelindung kabel—pada titik-titik rawan gangguan. PLN juga merawat 10 gardu distribusi dan menambahkan cover gardu di 10 lokasi lain. Semua pekerjaan dilakukan dengan mengedepankan budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat, Sugeng Widodo, menyebut gotong royong sebagai kunci keberhasilan operasi ini. “Hari Lahir Pancasila mengingatkan kita bahwa pembangunan bangsa membutuhkan kolaborasi dan kerja bersama. Melalui Payung Geulis, PLN menunjukkan komitmen untuk terus menghadirkan listrik yang andal bagi masyarakat,” kata Sugeng.
Pemangkasan pohon juga bertujuan mengurangi risiko gangguan akibat binatang yang memanfaatkan vegetasi sebagai jalur menuju aset kelistrikan. Di musim hujan atau angin kencang, dahan yang patah kerap menyentuh kabel dan memicu korsleting. Dengan jarak aman yang terjaga, potensi padam bisa ditekan.
PLN UP3 Tasikmalaya menargetkan program serupa berlanjut secara berkala, terutama di wilayah dengan vegetasi produktif dan nonproduktif yang padat. Langkah ini diharapkan memperkuat sistem distribusi yang adaptif terhadap perubahan cuaca maupun kondisi lingkungan setempat.