SAMPIT — Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) membuka rekrutmen 37 tenaga medis dan tenaga kesehatan untuk ditempatkan di daerah pelosok. Tenaga yang dibutuhkan meliputi dokter, perawat, bidan, dan tenaga penunjang medis lainnya. Langkah ini merupakan respons terhadap kelangkaan tenaga kesehatan di puskesmas dan pustu di kawasan terpencil.
Dengan bertambahnya tenaga kesehatan, warga di desa-desa terpencil tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke kota untuk mendapatkan layanan medis dasar. Puskesmas di pelosok yang selama ini hanya buka beberapa hari dalam sepekan bisa beroperasi lebih rutin. Ini juga mengurangi antrean panjang di RSUD dr. Murjani Sampit yang selama ini menjadi rujukan utama.
Warga di Kecamatan Antang Kalang, Telaga Antang, dan beberapa desa di Kecamatan Mentaya Hulu menjadi prioritas. Wilayah-wilayah ini selama ini hanya dilayani oleh tenaga kesehatan sukarela atau kunjungan dokter dari puskesmas induk yang jaraknya puluhan kilometer. Ibu hamil dan balita di daerah tersebut kerap kesulitan mendapatkan imunisasi dan pemeriksaan rutin.
Proses pendaftaran telah dibuka sejak pekan lalu dan akan berlangsung hingga akhir bulan ini. Dinkes Kotim menargetkan seluruh tenaga kesehatan yang lolos seleksi bisa mulai bertugas pada awal triwulan ketiga tahun ini. Pelamar diutamakan yang bersedia ditempatkan di daerah terpencil dalam jangka waktu minimal dua tahun.
Tenaga kesehatan yang diterima akan ditempatkan di 12 puskesmas dan 25 pustu yang tersebar di wilayah pelosok Kotim. Dinkes Kotim juga menyediakan insentif tambahan bagi mereka yang bertugas di lokasi dengan akses transportasi sulit. Selain itu, pemerintah daerah menyiapkan rumah dinas dan tunjangan khusus untuk mendukung kelangsungan tugas mereka.
Pelamar harus memiliki ijazah pendidikan formal di bidang kesehatan yang terakreditasi. Pengalaman kerja di fasilitas kesehatan daerah terpencil menjadi nilai tambah. Dinkes Kotim juga mewajibkan pelamar untuk mengikuti tes kompetensi dan wawancara langsung.
Dinkes Kotim memastikan bahwa setiap tenaga kesehatan yang ditempatkan akan mendapat bimbingan teknis secara berkala. Mereka juga terhubung dengan sistem rujukan daring ke RSUD dr. Murjani Sampit jika ada pasien dengan kondisi darurat. Pemerintah daerah juga menggandeng organisasi profesi untuk memastikan mutu pelayanan tetap terjaga.
Untuk Kecamatan Antang Kalang, dibutuhkan 5 tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter umum, bidan, dan perawat. Sementara untuk Kecamatan Telaga Antang, kebutuhan mencapai 7 orang karena cakupan wilayahnya lebih luas. Sisanya akan didistribusikan ke puskesmas di Kecamatan Mentaya Hulu dan beberapa desa di Kecamatan Parenggean.
Setelah tenaga kesehatan diterima, Dinkes Kotim akan mengadakan orientasi selama satu minggu untuk memperkenalkan kondisi lapangan. Mereka juga akan diberi pelatihan khusus tentang penanganan penyakit tropis yang umum di daerah pelosok. Pemerintah daerah berencana melakukan evaluasi setiap enam bulan untuk memastikan program ini berjalan efektif.