Pemkab Gunung Mas Rampungkan Site Plan Balai Benih Ikan Gohong Rawai, Target Produksi Benih 1 Juta Ekor Per Tahun

Penulis: Irfan Hakim  •  Jumat, 29 Mei 2026 | 19:04:25 WIB
Pemerintah Kabupaten Gunung Mas menyelesaikan site plan Balai Benih Ikan Gohong Rawai sebagai pusat produksi benih ikan air tawar.

KUALA KURUN — Pemerintah Kabupaten Gunung Mas melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) menggelar ekspos akhir penyusunan site plan kawasan Balai Benih Ikan (BBI) Gohong Rawai, Selasa (26/5). Kegiatan ini menjadi penanda rampungnya tahap perencanaan fisik pusat perbenihan yang sudah lama dinantikan para pembudidaya ikan di wilayah tersebut.

BBI Gohong Rawai Bakal Jadi Pusat Benih Ikan Air Tawar

Site plan yang telah selesai disusun ini akan menjadi acuan utama dalam pembangunan infrastruktur BBI Gohong Rawai. Kawasan ini dirancang tidak hanya sebagai tempat pembenihan, tetapi juga sebagai pusat edukasi dan pengembangan budidaya perikanan darat di Kalimantan Tengah.

Dengan adanya site plan yang jelas, proses pembangunan fisik diharapkan bisa segera berjalan tanpa hambatan teknis. Pemerintah daerah menargetkan BBI ini mampu memenuhi kebutuhan benih ikan bagi para petani ikan di Gunung Mas dan sekitarnya.

Manfaat Langsung bagi Pembudidaya Ikan Lokal

Selama ini, sebagian besar pembudidaya ikan di Gunung Mas masih bergantung pada pasokan benih dari luar daerah. Kehadiran BBI Gohong Rawai diharapkan memutus ketergantungan itu sekaligus menekan biaya produksi.

"Dengan adanya balai benih ini, petani tidak perlu lagi jauh-jauh mencari benih. Biaya transportasi bisa ditekan, dan kualitas benih lebih terjamin karena diproduksi secara lokal," ujar Kepala Bapperida Gunung Mas dalam sambutannya. Ia menambahkan bahwa produksi benih unggul juga akan meningkatkan produktivitas hasil panen.

Target Produksi dan Dampak Ekonomi

BBI Gohong Rawai ditargetkan mampu memproduksi benih ikan air tawar seperti nila, patin, dan gabus dalam jumlah besar. Dengan kapasitas hingga 1 juta ekor per tahun, pasokan benih untuk kawasan utara Kalimantan Tengah dipastikan lebih stabil.

Dampak ekonominya pun langsung terasa. Para pembudidaya bisa merencanakan siklus panen lebih teratur, sementara sektor perikanan darat diharapkan mampu menopang ketahanan pangan daerah. Pemerintah kabupaten juga akan memprioritaskan pelatihan bagi kelompok tani ikan agar teknologi pembenihan bisa langsung diserap.

Langkah Selanjutnya setelah Site Plan Rampung

Setelah site plan selesai, tahap berikutnya adalah penyusunan detail engineering design (DED) dan penganggaran untuk pembangunan fisik. Pemerintah daerah berkomitmen mengalokasikan anggaran dari APBD maupun sumber pendanaan lain yang memungkinkan.

Progres ini menjadi angin segar bagi para petani ikan yang selama ini mengeluhkan sulitnya akses terhadap benih berkualitas. Jika semua berjalan sesuai rencana, BBI Gohong Rawai bisa beroperasi penuh dalam beberapa tahun ke depan dan menjadi salah satu sentra perbenihan ikan terbesar di Kalimantan Tengah.

Reporter: Irfan Hakim
Sumber: radarsampit.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top