KUALA KAPUAS — Peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah di Kabupaten Kapuas tahun ini tidak hanya dimeriahkan dengan upacara seremonial. Wakil Bupati Kapuas, HM Nafiah Ibnor, yang memimpin langsung jalannya upacara, justru menyelipkan pesan strategis yang menyentuh kebutuhan dasar warga: pangan.
Dalam amanatnya, Nafiah Ibnor menekankan bahwa kemandirian pangan bukan sekadar slogan, melainkan kebutuhan mendesak di tengah fluktuasi harga dan ketidakpastian pasokan. Ia mendorong warga untuk memanfaatkan setiap jengkal lahan yang tersedia.
"Manfaatkan pekarangan, lahan tidur, dan potensi lokal untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga," ujar Nafiah Ibnor dalam sambutannya, dikutip dari rilis KIP Kapuas.
Wabup tidak hanya berbicara di level wacana. Ia meminta perangkat desa dan kelurahan untuk menggerakkan warganya agar kembali membudidayakan tanaman produktif. Beberapa hal yang ditekankan meliputi:
Menurutnya, langkah kecil ini jika dilakukan secara kolektif akan berdampak besar pada pengeluaran rumah tangga dan mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar daerah.
Peringatan hari jadi provinsi, lanjut Nafiah, harus dijadikan momentum refleksi. Ia mengingatkan bahwa pembangunan daerah tidak hanya diukur dari infrastruktur fisik, tetapi juga dari ketahanan pangan warganya. Dengan populasi yang tersebar di wilayah sungai dan pedalaman, Kapuas dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi lumbung pangan mandiri.
"Semangat HUT ini harus kita terjemahkan dalam aksi nyata di lingkungan masing-masing," tegasnya.
Dorongan untuk mandiri pangan sebenarnya bukan hal baru di Kapuas. Namun, yang membedakan kali ini adalah penekanan pada peran aktif masyarakat secara individu, bukan hanya mengandalkan program pemerintah. Belum ada rincian lebih lanjut mengenai insentif atau bantuan bibit yang akan digelontorkan, namun Wabup memastikan pihaknya akan terus mendorong pendampingan dari dinas terkait.