KALIMANTAN TENGAH — De Zerbi buka suara soal masa depan Bergvall usai laga uji coba pramusim melawan Sydney FC di Australia. Pelatih asal Italia itu mengakui potensi besar sang pemain, tapi menegaskan tak akan memaksa siapa pun bertahan di Tottenham Hotspur Stadium.
De Zerbi Buka Suara: “Saya Tak Bisa Memberi Jaminan ke Pemain Manapun”
“Saya ingin dia bertahan. Dia punya potensi luar biasa,” ujar De Zerbi kepada BBC Sport, dikutip dari Nazaar Kinsella. “Tapi saya tidak mau meyakinkan siapa pun untuk bertahan. Tottenham adalah klub besar—dengan atau tanpa saya—dan kami tidak perlu membujuk pemain untuk tinggal.”
Pelatih berusia 45 tahun itu menambahkan bahwa persaingan di lini tengah Spurs akan sangat ketat musim depan. “Dia bisa mendapat tempat jika bertahan. Tapi saya tidak bisa menjamin posisi inti untuk pemain mana pun di dunia. Saya ingin jujur sejak awal.”
Belanja Besar-Besaran Tottenham Ancam Posisi Bergvall
Musim panas ini Tottenham telah menggelontorkan dana sekitar £185 juta untuk mendatangkan gelandang Matheus Fernandes dan Sandro Tonali. Keduanya langsung diproyeksikan menjadi penghuni reguler lini tengah, membuat Bergvall—yang berusia 20 tahun—terjepit di hierarki skuad.
Selain dua nama tersebut, Spurs juga merekrut bek Jan Paul van Hecke dari Brighton, Marcos Senesi (Bournemouth), Andy Robertson (Liverpool), dan kiper Martin Dubravka (Burnley) secara gratis. Kedalaman skuad yang meningkat drastis membuat peluang Bergvall menembus tim utama kian sempit.
Newcastle Siap Tampung, Bekas Klub Bisa Jadi Batu Loncat
Bergvall dikabarkan telah menyampaikan keinginan hengkang ke manajemen Tottenham. Newcastle United, yang kehilangan Sandro Tonali musim lalu dan masih diliputi spekulasi soal masa depan kapten Bruno Guimaraes, disebut sebagai destinasi paling realistis.
Menariknya, jika Bergvall pindah ke St James' Park, ia bisa langsung kembali ke markas Spurs pada akhir Agustus. Jadwal Premier League musim ini mempertemukan Newcastle dengan Tottenham di laga kandang pertama Spurs, Sabtu (29/8).
Posisi Favorit Bergvall Jadi Kendala di Bawah De Zerbi
Gelandang timnas Swedia itu menginginkan peran sebagai gelandang ganda (double pivot) yang lebih defensif. Namun, De Zerbi menegaskan tak bisa menjamin posisi spesifik tersebut. “Dia ingin bermain sebagai double pivot. Saya paham. Tapi saya tidak bisa memberi jaminan posisi untuk pemain mana pun,” tegasnya.
Dengan sikap De Zerbi yang transparan dan kedalaman skuad Tottenham yang menggunung, keputusan ada di tangan Bergvall: bertahan dan bersaing, atau hengkang demi menit bermain reguler. Newcastle menunggu di garis start.