Pencarian

Larangan Penjualan Polestar di AS, 94% Penjualan Kini Bergantung ke Pasar Non-Amerika

Kamis, 25 Juni 2026 • 23:24:31 WIB
Larangan Penjualan Polestar di AS, 94% Penjualan Kini Bergantung ke Pasar Non-Amerika
Polestar resmi menghentikan penjualan model baru di Amerika Serikat akibat regulasi Connected Vehicle Rule.

KALIMANTAN TENGAH — Polestar, produsen mobil listrik asal Swedia yang dimiliki oleh raksasa otomotif China Geely, resmi angkat kaki dari pasar Amerika Serikat. Perusahaan mengumumkan bahwa Departemen Perdagangan AS di bawah kepemimpinan Trump menolak memberikan otorisasi khusus yang memungkinkan mereka menjual model-model terbaru di Negeri Paman Sam.

Keputusan ini merupakan konsekuensi dari Connected Vehicle Rule, regulasi yang melarang penjualan kendaraan bermuatan perangkat lunak atau keras buatan China di AS. Polestar sebelumnya telah mengajukan permohonan pengecualian khusus, namun permintaan tersebut kandas di meja birokrasi Washington.

Nasib Stok Lama dan Strategi Baru

Meski dilarang menjual model baru, Polestar memastikan akan tetap memasarkan stok Polestar 3 dan Polestar 4 yang sudah ada di AS. Layanan purna jual dan jaringan servis disebut masih berjalan normal untuk pelanggan yang sudah membeli unit tersebut.

Namun, perusahaan juga mengakui bahwa ketergantungan mereka terhadap pasar AS sebenarnya sudah sangat kecil. Data menunjukkan bahwa 94% volume penjualan ritel Polestar pada kuartal pertama 2026 berasal dari luar Amerika Serikat.

“Kami akan terus mendukung pelanggan, termasuk menyediakan akses ke jaringan servis,” tulis Polestar dalam pernyataan resmi yang dikutip Kamis lalu. Pernyataan ini menegaskan bahwa mereka tidak akan meninggalkan pemilik yang sudah ada, meski ekspansi ke depan akan difokuskan ke benua lain.

Ironi di Balik Keputusan: Volvo Diizinkan, Polestar Dilarang

Keputusan ini terbilang ironis mengingat beberapa bulan sebelumnya, Volvo—perusahaan saudari Polestar yang juga diakuisisi Geely—justru mendapatkan izin yang sama untuk menjual kendaraan di AS. Perbedaan perlakuan ini menyoroti ketatnya pengawasan pemerintah AS terhadap merek yang dianggap memiliki jejak teknologi China yang lebih kental.

Polestar sendiri merupakan hasil patungan antara Volvo Cars dan Geely Holding, dengan basis produksi dan rantai pasok yang sangat terintegrasi dengan ekosistem China. Faktor inilah yang membuat Departemen Perdagangan AS enggan memberikan lampu hijau.

Eropa Jadi Andalan Baru

Dengan ditutupnya pintu AS, Polestar mengumumkan akan meningkatkan fokus strategisnya ke Eropa. Pasar benua biru selama ini menjadi salah satu basis penjualan utama mereka, dan keputusan ini kemungkinan akan mempercepat peluncuran model-model anyar di kawasan tersebut.

Bagi penggemar mobil listrik di Indonesia, situasi ini tidak berdampak langsung karena Polestar belum resmi masuk ke pasar lokal. Namun, perkembangan ini bisa menjadi indikasi bahwa merek-merek dengan jejak teknologi China akan menghadapi hambatan regulasi yang semakin rumit di pasar-pasar besar Barat.

Bagikan
Sumber: techcrunch.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks