KALIMANTAN TENGAH — Pasangan ganda campuran Terry/Gloria harus puas finis sebagai runner-up Polytron Kudus International Masters 2026 setelah kalah di partai puncak. Gloria mengakui kondisi fisik yang belum pulih penuh membuat mereka kesulitan mengimbangi kecepatan Li/Huang asal China.
Kekalahan di final Polytron Kudus International Masters 2026 meninggalkan catatan tersendiri bagi Terry dan Gloria. Bermain di Lapangan 1 untuk pertama kalinya sepanjang turnamen, pasangan Indonesia ini mengaku tidak nyaman dengan kondisi angin yang berbeda dari lapangan sebelumnya.
Sepanjang perjalanan menuju final, Terry/Gloria selalu tampil di Lapangan 2. Perpindahan ke Lapangan 1 di partai puncak membawa tantangan baru yang tidak mereka antisipasi.
"Kalau dibilang kondisi, mungkin sebelumnya kami belum pernah mencoba main di Lapangan 1, selalu di Lapangan 2. Jadi di gim kedua anginnya lumayan goyang buat saya, tetapi ini bukan kendala," tutur Gloria melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
Meski menyebut angin bukan alasan utama, Gloria tak memungkiri bahwa kepercayaan diri mereka menurun di final. Tekanan partai puncak membuat keduanya sulit mengeluarkan performa terbaik seperti di laga-laga sebelumnya.
Gloria menyoroti keunggulan pasangan China tersebut. Li/Huang bermain dengan tempo tinggi, sementara tenaga Li menjadi ancaman tersendiri bagi pertahanan Terry/Gloria.
Faktor usia ikut berperan. Pasangan "Negeri Tirai Bambu" itu masih muda dengan stamina lebih prima, sedangkan kondisi fisik Terry/Gloria belum sepenuhnya pulih setelah rangkaian pertandingan panjang.
"Li/Huang memiliki keunggulan dalam kecepatan permainan, sementara tenaga Li juga menjadi ancaman," ujar Gloria.
Dari sisi Terry, hasil final ini menjadi bahan evaluasi. Ia menilai seharusnya mereka bisa tampil lebih baik, tetapi kondisi fisik yang belum pulih penuh membatasi kemampuan di lapangan.
Terry tetap menegaskan bahwa ia dan Gloria telah berusaha maksimal. Target final sudah tercapai, meski tentu harapan untuk menang tidak terwujud.
"Target kami final, tetapi semua pasti maunya menang," pungkasnya.
Status runner-up di Polytron Kudus International Masters 2026 tetap menjadi capaian positif bagi Terry/Gloria. Sepanjang turnamen, mereka konsisten tampil di Lapangan 2 sebelum akhirnya menembus partai puncak.
Catatan kebugaran menjadi pekerjaan rumah utama. Pemulihan fisik yang lebih baik akan krusial saat keduanya kembali turun di turnamen berikutnya, terutama menghadapi pasangan-pasangan muda dengan tempo permainan tinggi seperti Li/Huang.