BEI Perluas Komite HSC Jadi 9 Anggota, Libatkan Bos Sekuritas dan Investor Asing

Penulis: Faizal Ramadhan  •  Senin, 26 Oktober 2026 | 12:54:01 WIB
Bursa Efek Indonesia memperluas keanggotaan Komite HSC dari empat menjadi sembilan orang dengan melibatkan pelaku pasar dan akademisi independen.

KALIMANTAN TENGAH — Bursa Efek Indonesia memperluas keanggotaan Komite High Shareholding Concentration dari empat menjadi sembilan orang, dengan lima kursi baru diisi pelaku pasar dan akademisi independen. Penambahan ini terjadi di tengah kebutuhan memperkuat tata kelola penentuan saham yang masuk dan keluar dari daftar kepemilikan terkonsentrasi tinggi.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyatakan komposisi baru komite terdiri dari empat direksi Self-Regulatory Organization (SRO) dan lima pihak eksternal independen. Empat kursi SRO diisi dua direksi BEI, satu direksi Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan satu direksi Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI).

"Dari nama-nama yang sudah memberikan konfirmasi, saat ini anggota komite kami perluas menjadi sembilan orang. Direksi SRO hanya empat, limanya adalah dari pihak eksternal yang independen," kata Jeffrey dalam konferensi pers di Main Hall BEI, Jakarta, Senin (26/10/2026).

Lima Nama Baru di Kursi Independen

Lima anggota tambahan berasal dari kalangan perusahaan efek, akademisi, dan investor global. Dari industri sekuritas, BEI menarik Direktur Utama Mandiri Sekuritas Alex Widi dan Direktur Utama UBS Sekuritas Joshua Arief Tanja.

BEI juga melibatkan Dewan Pengurus Komite Nasional Kebijakan Governansi. Dari sisi akademisi, komite diperkuat Prof. Dr. Eduardus Tandelilin. Sementara perwakilan investor global berasal dari Capital Group yang diwakili F. Chapman Taylor.

Komposisi ini menempatkan mayoritas suara komite di tangan pihak di luar regulator dan bursa. Rasio lima banding empat memberi ruang lebih besar bagi perspektif pelaku pasar dalam setiap pembahasan.

Mengapa Komite HSC Diperluas

Komite HSC bertugas menilai saham-saham dengan struktur kepemilikan terkonsentrasi tinggi, termasuk menentukan apakah suatu emiten layak tetap berada di daftar atau harus keluar. Keputusan komite berdampak langsung pada likuiditas dan bobot saham di pasar.

Jeffrey berharap penambahan anggota membuat proses penentuan saham yang masuk dan keluar dari daftar HSC semakin kuat. Menurutnya, transparansi dan kredibilitas output komite menjadi kunci.

"Kami harapkan dengan kebijakan transparansi, tata kelola, dan kredibilitas dari output, dari komite ini akan dapat lebih baik di depannya," jelasnya.

Opsi Hadirkan Narasumber Independen

Komite memiliki opsi melibatkan anggota tambahan atau menghadirkan narasumber independen dalam rapat. Langkah ini ditempuh untuk memperluas sudut pandang pembahasan, terutama saat menilai emiten dengan struktur pemegang saham yang rumit.

"Dengan komposisi baru ini, kami dapat saja menambah anggota atau dalam diskusinya nanti bisa mengundang narasumber independen dalam rapat-rapat komite," pungkas Jeffrey.

Apa Artinya bagi Investor

Bagi investor, komposisi komite yang lebih beragam berpotensi mengurangi risiko keputusan HSC yang dinilai sepihak. Kehadiran perwakilan perusahaan efek dan investor global memberi perspektif pasar yang lebih dekat ke praktik investasi sehari-hari.

Namun dampaknya baru terasa setelah komite menjalankan rapat perdana dengan formasi lengkap. Pelaku pasar perlu mencermati apakah evaluasi daftar HSC berikutnya mencerminkan transparansi yang dijanjikan, termasuk alasan di balik setiap saham yang dikeluarkan dari daftar.

Reporter: Faizal Ramadhan
Sumber: finance.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top