PANGKALAN BUN — Kepala Seksi Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah II Pangkalan Bun, Handi Nasoka, menyebut informasi penampakan orangutan itu justru ia peroleh dari rekan media, bukan dari laporan warga. Handi menyayangkan belum ada laporan langsung dari masyarakat soal kemunculan satwa tersebut.
Dalam rekaman video yang diunggah warga, orangutan tampak bergerak di kawasan yang terdampak kebakaran. Gerak-geriknya terlihat kebingungan. Belum ada informasi yang memastikan apakah api menjadi penyebab satwa itu keluar dari habitatnya.
Kebakaran hutan dan lahan tidak hanya merusak vegetasi. Api juga menghilangkan sumber pakan dan tempat berlindung bagi orangutan. Satwa yang kehilangan ruang hidup berpotensi berpindah ke kawasan lain untuk mencari tempat yang lebih aman.
Kemunculan orangutan di tengah karhutla menjadi penanda bahwa kebakaran mengancam lingkungan sekaligus kehidupan satwa yang bergantung pada hutan. Kawasan Kotawaringin Barat menjadi titik perhatian dalam peristiwa ini.
Handi berharap warga segera melapor jika kembali melihat orangutan itu. Laporan masyarakat diperlukan agar petugas memperoleh informasi keberadaan satwa dan dapat menentukan langkah penanganan sesuai kondisi lapangan.
Informasi yang disampaikan sebaiknya mencakup lokasi penampakan dan waktu kejadian. Jika memungkinkan, warga dapat memberikan dokumentasi dari jarak aman tanpa mengejar atau mengganggu satwa.
Masyarakat juga diimbau tidak mendekati, memberi makan, atau mencoba menangkap orangutan. Selain berisiko bagi keselamatan manusia, tindakan tersebut dapat membuat satwa tertekan. Penanganan orangutan sebaiknya diserahkan kepada petugas berwenang.
Warga yang melihat orangutan dapat menghubungi layanan penyelamatan satwa liar BKSDA Kalimantan Tengah melalui nomor 0811-5218-500. Laporan melalui saluran tersebut diharapkan membantu petugas memperoleh informasi lebih cepat mengenai keberadaan satwa.
Pelaporan masyarakat dan tindak lanjut petugas menjadi bagian penting dalam upaya melindungi satwa liar di kawasan Kotawaringin Barat. Hingga informasi ini ditulis, belum ada keterangan resmi mengenai langkah lanjutan di lapangan.