PALANGKA RAYA — Satgas Karhutla Kota Palangka Raya bergerak memadamkan dan membasahi area terdampak agar penyebaran api tidak mencapai bangunan utama di lingkungan perkantoran Pemko. Kepala Satpol PP Kota Palangka Raya Berlianto memperkirakan kebakaran dipicu sisa titik api dari kejadian sebelumnya, yang diduga berasal dari lahan di belakang Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palangka Raya.
Dampak kebakaran dirasakan langsung oleh aparatur sipil negara yang sedang bekerja. Asap tebal dari lokasi kebakaran masuk hingga ke dalam ruang kerja, seiring pergerakan api yang semakin mendekati kawasan gedung perkantoran.
Posisi lahan gambut yang terbakar berada hanya beberapa meter dari bangunan, membuat petugas harus bekerja cepat menahan laju api. Embusan angin kencang memperbesar risiko penyebaran ke area perkantoran.
Berlianto menjelaskan, tim satgas karhutla telah bersiaga sejak api masih dalam kondisi kecil. Namun embusan angin kencang menjadi salah satu hambatan dalam proses penanganan karena petugas kesulitan menjangkau titik api.
Satpol PP bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) yang tergabung dalam Satgas Karhutla Kota Palangka Raya turun langsung ke lokasi. Pemadaman dan pembasahan difokuskan di area terdampak untuk menekan penyebaran api.
Kebakaran di Jalan Soekarno membakar lahan gambut di sekitar kompleks perkantoran. Karakter lahan gambut membuat api mudah bertahan di bawah permukaan dan menimbulkan asap pekat dalam waktu lama.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai luas lahan yang terbakar maupun jumlah personel yang dikerahkan. Satgas Karhutla Kota Palangka Raya masih melakukan pembasahan untuk memastikan api tidak kembali muncul.