3.000 Warga Kalteng Ikuti Istighosah di Masjid Raya Darussalam, Gubernur Agustiar Sabran Berharap Karhutla Segera Berakhir

Penulis: Gunawan Susilo  •  Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:16:31 WIB
Warga Kalteng mengikuti istighosah di Masjid Raya Darussalam Palangka Raya yang dirangkai dengan peringatan Hari Santri Tingkat Provinsi Kalteng 2026.

PALANGKA RAYA — Kegiatan istighosah dirangkai dengan peringatan Hari Santri Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026. Peserta yang hadir terdiri atas ustaz dan santri pondok pesantren, pengajar TPA/TPQ/TK, imam dan marbot masjid, hingga aparatur sipil negara.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalteng, H. Muhammad Yusi Abdhian, melaporkan jumlah peserta melampaui 3.000 orang. Rangkaian doa dipimpin Rois Syuriah PWNU Kalteng, K.H. Chairudin Halim.

Pembacaan Surah Yasin, istighosah, selawat, dan doa bersama menjadi inti acara. Semua dipanjatkan untuk memohon pertolongan Allah SWT agar masyarakat Kalteng diberi keselamatan menghadapi karhutla dan kemarau panjang.

Gubernur Minta Doa Dibarengi Kerja Nyata

Agustiar menegaskan penanganan karhutla tidak cukup dengan doa. Kerja keras dan keterlibatan berbagai pihak dibutuhkan untuk memadamkan api yang melanda sejumlah wilayah.

"Penanganan karhutla tidak hanya membutuhkan doa, tetapi juga kerja keras dan keterlibatan berbagai pihak," ujar Agustiar di hadapan peserta istighosah.

Melalui doa bersama, Gubernur berharap hujan segera turun. Warga Kalteng diharapkan bisa kembali beraktivitas dengan aman dan sehat setelah kemarau panjang menekan kehidupan sehari-hari.

Apresiasi untuk TNI-Polri dan Relawan

Agustiar menyampaikan terima kasih kepada jajaran TNI-Polri, relawan, dan masyarakat yang terus membantu penanggulangan kebakaran. Menurutnya, upaya bersama itu menjadi kunci penanganan karhutla di lapangan.

Bencana asap akibat karhutla berdampak langsung pada kesehatan warga dan aktivitas ekonomi di sejumlah kabupaten/kota. Karena itu, penanganan tidak bisa bergantung pada satu instansi saja.

Bantuan Pangan untuk Warga Terdampak

Pemprov Kalteng menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat terdampak karhutla di sela kegiatan. Penerimanya antara lain marbot dan pemuka agama, pengajar TPA/TPQ, guru pondok pesantren, guru PAUD/TK, serta pengurus panti asuhan.

Peringatan Hari Santri tahun ini dijadikan momentum memperkuat kebersamaan dan kepedulian sosial. Doa bersama dinilai relevan dengan kondisi darurat karhutla yang masih berlangsung di Kalimantan Tengah.

Reporter: Gunawan Susilo
Sumber: katakata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top