Petugas Cek Hotspot Karhutla di Barito Timur Temukan Tenggiling Lemas di Desa Murutuwu

Penulis: Hendra Wijaya  •  Rabu, 21 Oktober 2026 | 10:18:01 WIB
Petugas TRC BPBD Barito Timur menemukan seekor tenggiling dalam kondisi lemas saat melakukan pengecekan titik panas karhutla di Desa Murutuwu.

BARITO TIMUR — Penemuan berlangsung sekitar pukul 23.11 WIB ketika tim melakukan ground checking terhadap titik panas yang terpantau di kawasan Desa Murutuwu. Tenggiling tersebut tidak ditemukan dalam kondisi sehat, tetapi masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan saat petugas mendekatinya.

Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Barito Timur, Kristi Adithama, menyatakan penemuan terjadi di tengah pemeriksaan lapangan. Petugas mendapati satwa yang membutuhkan pertolongan itu saat memastikan kondisi titik panas.

"Pada saat melakukan ground checking di titik hotspot karhutla, tim menemukan seekor tenggiling dalam kondisi lemas, tetapi masih hidup," kata Kristi, Rabu (21/10/2026).

Laporan ke BKSDA Dikirim 24 Menit Setelah Penemuan

Setelah diamankan, tim mengirim laporan melalui WhatsApp ke BKSDA Provinsi Kalimantan Tengah pada pukul 23.35 WIB. Jarak waktu dari penemuan ke pelaporan sekitar 24 menit.

Informasi itu diteruskan kepada petugas BKSDA wilayah Muara Teweh untuk ditindaklanjuti. Koordinasi juga dilakukan dengan petugas rescue satwa dilindungi agar penanganan tidak salah langkah.

"Setelah kami amankan, temuan ini langsung dilaporkan kepada BKSDA Provinsi Kalimantan Tengah dan diteruskan ke BKSDA Muara Teweh. Kami juga sudah berkoordinasi dengan petugas rescue satwa yang dilindungi," ungkap Kristi.

Diserahkan Estafet ke BKSDA di Desa Kandui

Berdasarkan hasil koordinasi, tenggiling dijadwalkan diserahkan Rabu (21/10/2026) melalui mekanisme estafet kepada perwakilan BKSDA di Desa Kandui. Dari titik itu, satwa akan dibawa ke fasilitas BKSDA Muara Teweh.

Di fasilitas tersebut, tenggiling menjalani karantina dan pemeriksaan kesehatan. Belum dipastikan penyebab kondisi lemasnya, apakah murni dampak karhutla atau faktor lain.

Pengecekan hotspot melibatkan TRC BPBD Damkar Barito Timur, Kodim 1012/Buntok, Perumdam Tirta Janang, PT WASCO, dan ORARI Lokal Barito Timur. Babinsa Desa Murutuwu, Serma Peterius Sihite, berada di lokasi saat satwa ditemukan.

Imbauan Warga: Jangan Tangkap Sendiri Satwa Lemas

Peterius meminta masyarakat segera melapor bila menemukan satwa liar dilindungi, terutama yang kondisinya lemas atau diduga terdampak karhutla. Warga diminta tidak menangkap atau memperlakukan satwa sembarangan karena berisiko memperburuk kondisinya.

"Apabila masyarakat menemukan satwa liar yang dilindungi, terutama dalam kondisi lemas akibat dampak karhutla, segera laporkan kepada Posko Induk Gabungan Karhutla Barito Timur atau BKSDA Provinsi Kalimantan Tengah," pesannya.

Tenggiling Sunda (Manis javanica) berstatus kritis atau Critically Endangered dalam Daftar Merah IUCN. Perburuan, perdagangan ilegal, dan kerusakan habitat menjadi ancaman utama kelangsungan hidup spesies ini.

Penemuan di Murutuwu menambah daftar dampak karhutla terhadap satwa liar di kawasan hutan Barito Timur. Penanganan lanjutan bergantung pada hasil pemeriksaan kesehatan di karantina BKSDA Muara Teweh.

Reporter: Hendra Wijaya
Sumber: detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top