KALIMANTAN TENGAH — Harga emas Galeri24 di Pegadaian naik menjadi Rp 2.517.000 per gram pada perdagangan Jumat (16/10/2026), sementara Antam bertahan di Rp 2.604.000 dan UBS Rp 2.541.000. Kenaikan ini sejalan dengan menguatnya harga emas dunia lebih dari 1 persen ke level US$ 4.156,52 per ons. Bagi calon pembeli, selisih harga antarproduk dan pilihan ukuran jadi pertimbangan utama sebelum bertransaksi.
Paragraf pembuka: Pegadaian memperbarui daftar harga logam mulia untuk tiga produk yang dijual perseroan, yakni Galeri24, Antam, dan UBS. Harga emas Galeri24 tercatat naik dibandingkan posisi sebelumnya untuk ukuran 1 gram. Pegadaian membuka penjualan ketiga produk tersebut dalam rentang ukuran yang berbeda-beda, menyesuaikan kebutuhan dan anggaran pembeli.
Emas Antam masih memegang posisi termahal di antara ketiga produk, dengan harga Rp 2.604.000 per gram. UBS menyusul di Rp 2.541.000 per gram, sedangkan Galeri24 berada di Rp 2.517.000 per gram. Harga emas di Pegadaian dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pembaruan yang dilakukan perseroan.
Untuk ukuran kecil, Galeri24 0,5 gram dijual Rp 1.320.000 dan UBS 0,5 gram Rp 1.374.000, sementara Antam 0,5 gram dipatok Rp 1.353.000. Pembeli yang mencari ukuran menengah bisa merujuk Galeri24 5 gram di Rp 12.338.000, Antam 5 gram Rp 12.789.000, dan UBS 5 gram Rp 12.459.000.
Pada ukuran besar, Galeri24 100 gram tercatat Rp 244.478.000, Antam 100 gram Rp 254.473.000, dan UBS 100 gram Rp 246.787.000. UBS menyediakan ukuran hingga 500 gram dengan harga Rp 1.232.118.000, sedangkan Galeri24 menjangkau 1.000 gram di Rp 2.438.773.000. Antam dalam daftar Pegadaian hanya tersedia sampai ukuran 100 gram.
Galeri24 dijual mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram. UBS tersedia dalam ukuran 0,5 gram sampai 500 gram. Adapun Antam yang tercantum dalam daftar harga Pegadaian tersedia dari 0,5 gram hingga 100 gram.
Perbedaan harga antarproduk dan rentang ukuran menjadi pertimbangan bagi masyarakat yang ingin membeli emas. Selain harga per gram, calon pembeli perlu memperhatikan berat produk yang dipilih karena total harga menyesuaikan ukuran emas.
Harga emas naik lebih dari 1 persen pada perdagangan Kamis, 15 Oktober 2026 atau Jumat pagi waktu Jakarta. Mengutip CNBC, harga emas di pasar spot naik 1,3 persen menjadi US$ 4.156,52 per ons, setelah sempat menyentuh level terendah dalam satu minggu pada sesi sebelumnya. Harga emas AS untuk pengiriman Desember 2026 naik 1,7 persen menjadi US$ 4.117,80 per ons.
Dolar Amerika Serikat melemah 0,5 persen, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun berada di level terendah dalam tiga minggu. Harapan kenaikan suku bunga oleh the Federal Reserve tetap rendah meskipun inflasi tercatat lebih tinggi dari perkiraan.
"Menurut saya, pasar sebagian besar telah mengantisipasi angka Indeks Harga Produsen (PPI) yang tinggi, menyusul data Indeks Harga Konsumen (CPI) kemarin yang juga lebih tinggi dari ekspektasi," ujar Wakil Presiden Zaner Metals, Peter Grant.
"Pasar mulai menyadari bahwa Federal Reserve berada dalam posisi yang cukup terbatas karena kondisi fiskal, dan menaikkan suku bunga lebih tinggi lagi akan menjadi beban yang cukup berat bagi perekonomian," ia menambahkan.
Suku bunga yang lebih tinggi membuat aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas menjadi kurang menarik. Harga produsen di AS mencatat kenaikan terbesar dalam 4,5 tahun terakhir pada September, dipicu oleh meningkatnya biaya barang dan jasa.
Penutup: Bagi investor ritel Indonesia, pergerakan harga emas dunia dan pelemahan dolar AS menjadi sinyal yang perlu dicermati sebelum membeli di Pegadaian. Selisih harga Galeri24, Antam, dan UBS yang mencapai puluhan ribu rupiah per gram membuat perbandingan antarproduk tetap relevan, terutama untuk pembelian dalam ukuran besar.