PALANGKA RAYA — Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin mengungkap kendala penanganan karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebut titik api yang terpencar dan keberadaan hewan buas di dalam area membuat petugas harus ekstra hati-hati saat masuk ke lokasi.
Laporan tersebut disampaikan Zainul dalam sesi dialog yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden. Menurutnya, medan rawa di kawasan konservasi itu tidak bisa dijangkau kendaraan pemadam.
"Itu lokasinya memang sangat terpencar Bapak. Sangat terpencar wilayahnya, dan wilayahnya rawa, bukan hanya orang utan saja Bapak yang ada di dalam, itu masih banyak binatang-binatang buas Bapak. Oleh karena itu memang ini menjadi perhatian sendiri Bapak, untuk masuk ke sana itu mesti hati-hati," kata Zainul.
Zainul melaporkan pihaknya kekurangan pompa alkon untuk mempercepat pemadaman. Kendaraan pemadam tidak bisa masuk ke wilayah tersebut sehingga pemadaman mengandalkan peralatan portabel.
"Karena memang mobil itu tidak bisa masuk, kita hanya kekurangan pompa-pompa kecil Bapak. Karena yang sudah dibantu Bapak yang waktu yang lalu, itu sudah dipakai dan masih dipakai di untuk pendinginan di beberapa tempat," ujarnya.
Ia memastikan pasokan selang dan peralatan pendukung lain masih cukup. Kebutuhan mendesak hanya pada unit alkon tambahan.
"Nah untuk yang saat ini kita masih kekurangan alkon saja Bapak. Untuk selang dan sebagainya itu masih cukup, hanya beberapa alkon saja," lanjut Zainul.
Prabowo lantas menanyakan berapa jumlah pompa yang dibutuhkan. Zainul menjawab 50 unit sudah cukup, dengan catatan pasokan didatangkan dari Jawa karena ketersediaan di Kalimantan terbatas.
"50 cukup Bapak. Karena di Kalimantan sini terbatas mungkin dari Jawa dikirim," kata Zainul.
Presiden merespons dengan angka yang jauh lebih besar. "Saya kirim 200, saya kirim 200," ujar Prabowo.
Zainul juga melaporkan pihaknya sudah membentuk tim pengeboran air guna mempermudah proses pemadaman. Biaya satu titik bor di lokasi tersebut sekitar Rp 10 juta.
Prabowo menyetujui pendanaan untuk 200 titik bor dengan total Rp 2 miliar. Ia mendorong agar pengeboran memberdayakan warga setempat sebagai tenaga kerja.
"Satu tim bor bisa kau bikin di situ? Pompanya kan dari kita, timnya kan misal rakyat setempat kali ya?. Satu lubang bor berapa biaya untuk bayar upahnya?" ujar Prabowo.
"Kalau biaya itu di lokasi di daerah sini kurang lebih Rp 10 juta Bapak, per titik Bapak," ujar Zainul.
"Rp 10 juta per titik? Oke saya kirim Rp 2 miliar, 200 titik," lanjut Prabowo.
Presiden memberikan atensi penuh pada karhutla di Tanjung Puting. Ia meminta proses pemadaman dilakukan se maksimal mungkin dan tidak menunggu api meluas.
"Pencegahan. Saya minta segera diatasi," ujarnya.
Taman Nasional Tanjung Puting merupakan kawasan konservasi yang menjadi habitat orang utan dan sejumlah satwa dilindungi lain. Karhutla di area rawa gambut berisiko sulit dipadamkan karena api menjalar di bawah permukaan tanah.