Pencarian

Penerimaan Pajak Kalteng Tembus Rp7,96 Triliun per September 2026, Ditopang PPh Badan dan Bea Keluar CPO

Kamis, 29 Oktober 2026 • 07:47:01 WIB
Penerimaan Pajak Kalteng Tembus Rp7,96 Triliun per September 2026, Ditopang PPh Badan dan Bea Keluar CPO
Kepala Kanwil DJPb Kalteng Herry Hernawan merinci penerimaan pajak Kalteng hingga akhir September 2026 mencapai Rp7,96 triliun.

PALANGKA RAYA — Kepala Kanwil DJPb Kalteng Herry Hernawan merinci penerimaan pajak hingga akhir September 2026 mencapai Rp7.963,09 miliar. Angka itu setara 74,57 persen dari target APBN 2026, dengan pertumbuhan 34,47 persen dibanding periode sama tahun lalu.

Pertumbuhan tertinggi datang dari PPh Non Migas yang naik 48,29 persen secara year-on-year menjadi Rp3.598,69 miliar. Kontribusi terbesarnya berasal dari PPh pasal 25/29 Badan sebesar Rp2.226,81 miliar.

Perbaikan Kinerja Korporasi di Sektor Pertanian hingga Industri

Herry menilai lonjakan PPh Badan mencerminkan perbaikan kinerja korporasi di Kalimantan Tengah. Sektor yang menonjol meliputi pertanian, kehutanan, perikanan, serta industri.

"Ini mengindikasikan adanya perbaikan kinerja korporasi di Kalimantan Tengah khususnya pada sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, serta sektor industri," ujarnya.

Dari sisi konsumsi domestik, penerimaan PPN Dalam Negeri tumbuh 39,24 persen (yoy) menjadi Rp3.365,48 miliar. Angka ini menunjukkan permintaan domestik dan aktivitas perdagangan masih menjadi penopang ekonomi daerah.

Bea Keluar CPO Lampaui Target hingga 261 Persen

Penerimaan pajak perdagangan internasional tercatat Rp1.227,85 miliar, atau 259,74 persen dari target. Realisasi itu tumbuh 123,74 persen secara year-on-year.

Lonjakan tersebut hampir seluruhnya disumbang bea keluar sebesar Rp1.227,56 miliar, yang mencapai 261,14 persen dari target. Pemicunya adalah kenaikan harga minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) pada September 2026 menjadi 1.042,15 dolar AS per metrik ton, ditambah tingginya permintaan dari India.

Berbeda dengan bea keluar, penerimaan bea masuk hanya terealisasi Rp0,28 miliar atau 10,68 persen dari target. Nilai itu didominasi impor asam karboksilat sebesar 93,38 persen dari komoditas impor asal Brazil untuk proses penjernihan olahan CPO.

PPh Non Migas Jadi Penopang Utama

Secara keseluruhan, tiga komponen penerimaan menunjukkan arah berbeda. PPh Non Migas dan PPN Dalam Negeri tumbuh dua digit, sementara bea masuk tertinggal jauh dari target.

Herry menyampaikan rincian kinerja APBN wilayah Kalteng per 30 September 2026 melalui keterangan yang diterima di Palangka Raya, Rabu. Data tersebut menjadi gambaran sementara penerimaan negara di provinsi itu menjelang akhir tahun anggaran.

Follow monitorkalteng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalteng.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks