PALANGKA RAYA — Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Palangka Raya, Bagus Cahyadi, menyatakan fasilitas di Puskesmas Pembantu (Pustu) Bukit Pinang itu dibangun sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN. Program tersebut menyasar mitigasi bencana sekaligus perlindungan kesehatan masyarakat.
Ruang berudara bersih di Pustu Bukit Pinang difungsikan sebagai tempat berlindung sementara ketika kualitas udara memburuk akibat kebakaran hutan dan lahan. Warga yang datang tidak hanya mendapat udara bersih, tetapi juga masker, vitamin, dan perlengkapan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K).
Mengapa Kelompok Rentan Jadi Prioritas Utama
PLN menempatkan anak-anak, lansia, ibu hamil, dan warga dengan gangguan pernapasan sebagai penerima manfaat utama. Keempat kelompok itu paling cepat mengalami dampak kesehatan saat kabut asap menebal.
"Rumah Aman Asap kami hadirkan untuk membantu masyarakat memperoleh akses ke ruang berudara bersih ketika kabut asap terjadi. Fasilitas ini terutama ditujukan bagi kelompok rentan agar memiliki tempat yang lebih terlindungi dari paparan asap," kata Bagus Cahyadi di Palangka Raya, Jumat.
Keberadaan fasilitas itu melengkapi layanan kesehatan yang sudah berjalan di wilayah tersebut. Tenaga kesehatan setempat menilai ruang bersih membantu mereka menangani warga yang membutuhkan perhatian lebih selama periode kabut asap.
Dukungan Tenaga Kesehatan dan BPBD Palangka Raya
Kepala Puskesmas Panarung Norjainah Sulastri menyebut fasilitas tersebut menjadi dukungan tambahan bagi tenaga kesehatan dalam melindungi masyarakat. Menurut dia, warga yang membutuhkan perhatian khusus mendapat tempat perlindungan yang memadai.
Dari sisi kebencanaan, Analis Kebencanaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Palangka Raya, Alfi Isnawati, menilai penanganan karhutla perlu mencakup perlindungan kesehatan masyarakat. Pencegahan dan pemadaman kebakaran saja tidak cukup tanpa langkah mengurangi paparan asap.
Alfi menyatakan edukasi soal cara mengurangi paparan asap perlu terus digencarkan. Tujuannya agar warga bisa mengambil langkah pencegahan sendiri ketika kualitas udara memburuk.
Kolaborasi Jadi Kunci Keberlanjutan Fasilitas
General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, menegaskan keberlanjutan Rumah Aman Asap bergantung pada pengelolaan dan pemanfaatannya. Kolaborasi dengan tenaga kesehatan, pemerintah, dan masyarakat menjadi syarat utama agar fasilitas tidak berhenti di seremonial.
PLN berharap Rumah Aman Asap di Pustu Bukit Pinang dimanfaatkan secara optimal. Fasilitas itu diharapkan memperkuat kesiapsiagaan warga Palangka Raya menghadapi dampak kabut asap yang berulang setiap musim kemarau.
Bagi warga Kelurahan Tanjung Pinang dan sekitarnya, kehadiran ruang berudara bersih di Pustu Bukit Pinang memberi alternatif tempat berlindung saat kabut asap menebal. Fasilitas ini dapat diakses melalui koordinasi dengan tenaga kesehatan setempat.