PALANGKA RAYA — Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Menteng tetap beroperasi penuh meski kabut asap kiriman dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti Palangka Raya. Subandi menegaskan layanan darurat dan kebutuhan kesehatan warga tidak terhenti selama kondisi udara memburuk.
"Pelayanan di Puskesmas Menteng tetap berjalan dengan baik. Kami melihat pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap dilakukan, termasuk untuk kondisi darurat dan kebutuhan layanan selama 24 jam," kata Subandi di Palangka Raya, Jumat.
Oksigen hingga Persalinan Tetap Berjalan 24 Jam
Dari peninjauan tersebut, Puskesmas Menteng tercatat menyediakan pelayanan oksigen selama 24 jam penuh. Layanan instalasi gawat darurat (IGD) juga dibuka nonstop untuk mengantisipasi lonjakan pasien di tengah kabut asap.
Pelayanan persalinan tidak terganggu. Hingga saat ini, tujuh orang telah melahirkan dan mendapatkan perawatan di Puskesmas Menteng.
"Untuk pelayanan IGD 24 jam dan pelayanan persalinan juga berjalan. Sampai sekarang sudah ada tujuh orang yang melahirkan di Puskesmas Menteng," ucap Subandi.
Kunjungan Pasien Turun, Kasus ISPA Ikut Menyusut
Subandi menyoroti jumlah kunjungan pasien yang datang berobat. Pada kondisi normal, Puskesmas Menteng melayani sekitar 150 pasien per hari. Saat kabut asap, angka kunjungan berada di kisaran 80 pasien.
Jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) justru menurun. Pada Agustus tercatat 538 pasien ISPA, lalu turun menjadi 374 pasien pada September.
"Untuk pasien ISPA, dari data yang kami dapat, Agustus sebanyak 538 pasien dan September turun menjadi 374 pasien. Ini menjadi bagian yang kami lihat dalam pelayanan kesehatan masyarakat," ujarnya.
Pasien BPJS Kini Dilayani Langsung di Puskesmas
Subandi menilai pelayanan bagi peserta BPJS yang melakukan kontrol atau pengobatan rutin sudah dapat dilakukan langsung di Puskesmas Menteng. Puskesmas juga telah memisahkan pelayanan pasien anak dengan pasien dewasa dan lanjut usia.
Pemisahan alur layanan tersebut dinilai mempermudah warga saat mengambil antrean, terutama pada jam-jam sibuk pagi hari.
Kekurangan Terapis Gigi dan Mulut Jadi Catatan
Dalam pengawasan tersebut, Subandi menerima informasi terkait kebutuhan tenaga terapis gigi dan mulut. Saat ini terdapat kekurangan dua tenaga karena satu tenaga memasuki masa pensiun dan satu lainnya meninggal dunia.
Subandi juga mendapat usulan penimbunan lahan di bagian belakang puskesmas untuk area parkir. Kondisi parkir di depan dinilai sudah penuh sampai ke jalan.
"Kami juga melihat ada kebutuhan tambahan tenaga terapis gigi dan mulut. Kemudian ada usulan penimbunan lahan di bagian belakang untuk parkir karena kondisi parkir di depan sudah penuh sampai ke jalan," pungkasnya.
Hasil peninjauan ini menjadi bahan DPRD Palangka Raya untuk mendorong pemenuhan tenaga kesehatan dan perbaikan fasilitas pendukung di Puskesmas Menteng.