Pencarian

Disdik Palangka Raya Delapan Kali Perpanjang PJJ Akibat Kabut Asap Karhutla, Berlaku hingga 7 Oktober 2026

Rabu, 07 Oktober 2026 • 08:01:31 WIB
Disdik Palangka Raya Delapan Kali Perpanjang PJJ Akibat Kabut Asap Karhutla, Berlaku hingga 7 Oktober 2026
Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya kembali memperpanjang PJJ untuk periode 5-7 Oktober 2026 akibat kabut asap karhutla.

Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya kembali memperpanjang penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi peserta didik PAUD, SD, dan SMP negeri maupun swasta. Perpanjangan kedelapan ini berlaku untuk periode 5 hingga 7 Oktober 2026, menyusul kondisi kualitas udara yang masih terdampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan. Kebijakan tersebut ditetapkan dengan pola evaluasi setiap tiga hari.

PALANGKA RAYA — Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya Jayani menyatakan penetapan PJJ dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi kualitas udara dan ketebalan kabut asap. Keputusan perpanjangan, katanya, selalu disampaikan sebelum masa PJJ sebelumnya berakhir.

PJJ pertama ditetapkan pada 7-9 September 2026. Setelah itu, kebijakan diperpanjang berturut-turut untuk periode 14-16 September, 17-19 September, 21-23 September, dan 24-26 September 2026.

Perpanjangan berlanjut pada 28-30 September, 1-3 Oktober, dan terakhir 5-7 Oktober 2026. Total sudah delapan kali PJJ diberlakukan sejak awal September.

Berlaku untuk Seluruh PAUD, SD, dan SMP Negeri maupun Swasta

Kebijakan ini mencakup seluruh satuan pendidikan jenjang PAUD, SD, dan SMP, baik negeri maupun swasta se-Kota Palangka Raya. Langkah itu diambil untuk menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik selama kondisi udara belum mendukung pembelajaran tatap muka.

Jayani menjelaskan pola evaluasi setiap tiga hari memungkinkan pemerintah menyesuaikan kebijakan dengan perubahan kondisi di lapangan. Pemantauan kualitas udara dan perkembangan kabut asap karhutla menjadi dasar utama pengambilan keputusan.

Informasi penerapan dan perpanjangan PJJ disampaikan Dinas Pendidikan kepada pihak sekolah. Selanjutnya, sekolah meneruskannya kepada orang tua atau wali murid melalui pesan, grup WhatsApp, atau aplikasi sejenis yang dipakai untuk komunikasi pembelajaran.

Orang Tua Diminta Dampingi Anak Selama Belajar dari Rumah

Dinas Pendidikan mengimbau orang tua tetap mendampingi anak selama mengikuti pembelajaran dari rumah. Orang tua diminta membantu mengatur waktu belajar, memastikan tugas dan materi diikuti, serta menjaga anak agar tidak banyak beraktivitas di luar rumah ketika kualitas udara belum baik.

Orang tua juga diminta memperhatikan kesehatan anak dengan memastikan kebutuhan makanan bergizi dan air minum terpenuhi. Jika anak mengalami keluhan kesehatan yang diduga berkaitan dengan paparan kabut asap, segera bawa ke fasilitas kesehatan.

Satuan pendidikan diminta tetap menjaga kualitas proses pembelajaran selama PJJ. Materi dan tugas diberikan secara proporsional, memperhatikan kondisi peserta didik, serta menjaga komunikasi aktif dengan orang tua agar kegiatan belajar tidak membebani berlebihan.

"Harapannya kondisi udara segera membaik sehingga anak-anak dapat kembali mengikuti pembelajaran secara normal. Yang paling penting kesehatan dan keselamatan peserta didik tetap menjadi pertimbangan utama," kata Jayani.

Orang Tua Sambut Baik, Kendala Jaringan dan Perangkat Masih Diatasi

Dika, orang tua siswa SD di Palangka Raya, menyambut baik kebijakan perpanjangan PJJ. Ibu dua anak ini menilai kebijakan tersebut membantu melindungi anak dari paparan asap yang berisiko mengganggu kesehatan, terutama pernapasan.

Meski demikian, PJJ masih menghadapi kendala seperti jaringan internet dan keterbatasan perangkat. Orang tua menilai kendala itu masih dapat diatasi dibandingkan risiko anak terpapar kabut asap saat beraktivitas di luar rumah.

PJJ juga membuat anak tidak leluasa bermain dan berinteraksi bersama teman-temannya. Kondisi itu dapat memicu kejenuhan karena anak lebih banyak beraktivitas di rumah.

"Saya berharap karhutla dan kabut asap segera berakhir sehingga kegiatan belajar dapat kembali normal. Anak-anak pun diharapkan bisa kembali belajar di sekolah, bermain, dan berinteraksi dengan teman dalam kondisi yang aman dan nyaman," katanya.

Follow monitorkalteng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalteng.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks