Pencarian

Pertamina Genjot Kolaborasi Internal demi Ketahanan Energi Nasional, Wadirut Ungkap Tantangan Utama

Kamis, 11 Juni 2026 • 15:48:01 WIB
Pertamina Genjot Kolaborasi Internal demi Ketahanan Energi Nasional, Wadirut Ungkap Tantangan Utama
Wadirut Pertamina Oki Muraza menekankan pentingnya kolaborasi internal untuk ketahanan energi nasional.

KALIMANTAN TENGAH — Pernyataan Oki Muraza tersebut disampaikan dalam forum internal perusahaan beberapa waktu lalu. Ia menekankan bahwa tantangan energi saat ini tidak bisa lagi dihadapi secara parsial oleh masing-masing anak usaha. Dibutuhkan sebuah ekosistem yang terintegrasi agar distribusi energi tetap lancar dan harga energi di dalam negeri bisa lebih terkendali.

Sinergi Antar Subholding Jadi Kunci Efisiensi

Menurut Oki, potensi efisiensi yang besar justru terletak pada kolaborasi lintas lini bisnis Pertamina. Misalnya, integrasi antara subholding hulu yang mengelola produksi minyak dan gas dengan subholding kilang dan petrokimia yang mengolahnya menjadi produk siap pakai.

"Sinergi antarsubholding dan unit bisnis menjadi kunci dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Kami harus bergerak bersama, tidak bisa berjalan sendiri-sendiri," ujar Oki Muraza dalam keterangannya, dikutip dari Republika.co.id.

Menekan Biaya Produksi di Tengah Tekanan Global

Langkah kolaboratif ini juga menjadi strategi Pertamina untuk menekan biaya produksi di tengah volatilitas harga minyak dunia. Dengan efisiensi di setiap mata rantai bisnis, perusahaan pelat merah ini berharap dapat menjaga margin keuntungan tanpa harus membebani konsumen dengan kenaikan harga BBM yang signifikan.

Ketahanan energi bukan hanya soal ketersediaan pasokan, tetapi juga soal harga yang terjangkau bagi masyarakat. Pertamina sebagai pemegang mandat penugasan pemerintah dituntut untuk bisa menjalankan peran ganda: mencari laba sekaligus menjaga stabilitas harga energi di dalam negeri.

Dampak Langsung bagi Pasokan BBM dan Elpiji

Kolaborasi yang lebih rapi antar unit bisnis secara langsung akan berdampak pada kelancaran distribusi BBM dan Elpiji ke seluruh pelosok Indonesia. Jika rantai pasok dari kilang ke depot hingga ke titik penyaluran terintegrasi dengan baik, risiko kelangkaan di daerah terpencil bisa diminimalisir.

Ke depan, Pertamina juga akan terus mendorong inovasi dan digitalisasi untuk mendukung sinergi ini. Sistem data terpadu antar subholding diyakini akan mempercepat pengambilan keputusan dan membuat respons terhadap gangguan pasokan menjadi lebih cepat.

Dengan populasi yang terus bertambah dan pertumbuhan ekonomi yang berjalan, tekanan terhadap sektor energi dipastikan akan semakin besar. Langkah Pertamina untuk memperkuat kolaborasi internal menjadi fondasi penting agar Indonesia tidak hanya sekadar bertahan, tetapi juga mampu tumbuh di tengah ketidakpastian energi global.

Bagikan
Sumber: ekonomi.republika.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks