Microsoft Jamin Ratusan Game Siap di NVIDIA RTX Spark Sejak Hari Pertama

Penulis: Irfan Hakim  •  Sabtu, 10 Oktober 2026 | 20:20:01 WIB
Microsoft memastikan ratusan game AAA dan indie siap dimainkan di NVIDIA RTX Spark sejak hari pertama perangkat tersedia.

KALIMANTAN TENGAH — Microsoft memastikan ratusan game AAA dan indie dapat dimainkan di platform NVIDIA RTX Spark sejak hari pertama perangkat tersedia, kecuali Call of Duty yang baru menyusul pada 2027. Komitmen ini diumumkan dalam acara Windows and Surface pada 7 Oktober 2026, bersamaan dengan dibukanya pre-order RTX Spark yang diklaim mampu menjalankan game 1440p di 60 FPS. Dukungan game menjadi kunci Microsoft memperluas daya tarik perangkat berbasis Arm itu di luar segmen AI dan pekerjaan kreatif.

Game Apa Saja yang Siap di Hari Pertama

Microsoft menampilkan sejumlah judul populer sebagai bagian dari ekosistem game yang disiapkan untuk RTX Spark. Cyberpunk 2077, Fortnite, League of Legends, dan Minecraft masuk daftar yang dipamerkan.

Ratusan game AAA dan indie ditargetkan dapat dimainkan sejak perangkat tersedia. Klaim ini mencakup judul-judul yang selama ini jadi tolok ukur performa PC gaming maupun game kompetitif dengan basis pemain besar.

Mengapa Kompatibilitas Jadi Tantangan Teknis

RTX Spark menggunakan prosesor Arm, sementara banyak game Windows dikembangkan khusus untuk arsitektur x86. Perbedaan arsitektur ini membuat sebagian game perlu mengandalkan emulasi atau penyesuaian khusus agar bisa berjalan.

Perangkat lunak anti-cheat juga harus kompatibel dengan platform baru. Komponen inilah yang kerap menjadi penghambat utama bagi game kompetitif saat berpindah ke lingkungan Arm.

Call of Duty Baru Menyusul 2027

Microsoft menyatakan franchise Call of Duty belum siap saat peluncuran dan baru akan mendukung RTX Spark pada 2027. Perusahaan tidak merinci alasan teknis maupun tanggal ketersediaan pastinya.

Penundaan ini memperlihatkan bahwa game populer dengan sistem anti-cheat dan kebutuhan kompatibilitas tertentu memerlukan waktu tambahan sebelum bisa berjalan di Windows berbasis Arm. Pola serupa pernah terjadi ketika platform baru mengadopsi arsitektur berbeda dari mayoritas PC yang beredar.

RTX Spark Bukan Sekadar Perangkat Gaming

Platform NVIDIA ini menggabungkan CPU Arm dengan GPU berbasis arsitektur Blackwell serta memori terpadu berkapasitas hingga 128 GB pada konfigurasi tertentu. Kombinasi itu memungkinkan perangkat menjalankan model AI berukuran besar langsung di perangkat.

Microsoft dan NVIDIA menempatkan kemampuan AI lokal dan pekerjaan kreatif sebagai nilai jual utama. Dukungan game diposisikan sebagai perluasan fungsi yang membuat perangkat lebih fleksibel bagi pengguna.

Yang Belum Dijamin dari Janji Ini

Angka ratusan game belum menjamin semua judul berjalan dengan performa setara PC gaming konvensional. Absennya Call of Duty hingga 2027 menunjukkan masih ada pekerjaan kompatibilitas yang harus diselesaikan.

Bagi pengguna Indonesia, ketersediaan resmi RTX Spark di pasar lokal dan harga jualnya akan menentukan seberapa relevan perangkat ini dibanding laptop gaming x86 yang sudah mapan. Belum ada keterangan soal jadwal masuk Indonesia maupun mitra distribusi yang akan membawanya.

Reporter: Irfan Hakim
Sumber: jagatplay.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top