Bupati Kapuas Muhammad Wiyatno mengajak masyarakat setempat mendoakan kemarau panjang, krisis air bersih, dan kabut asap karhutla agar segera berakhir. Ajakan itu disampaikan saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M di Halaman Masjid Agung Al-Mukarram Amanah Kuala Kapuas, Sabtu malam.
KUALA KAPUAS — Bupati Kapuas Muhammad Wiyatno menyampaikan ajakan tersebut di hadapan jamaah yang menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M. Kegiatan itu digelar Pemkab Kapuas bersama PHBI Kapuas dan Pengurus Masjid Agung Al-Mukarram Amanah Kuala Kapuas.
Dalam sambutannya, Wiyatno berharap kehadiran penceramah dapat memberi ketenangan bagi warga yang tengah menghadapi ujian cuaca ekstrem. Ia menekankan kesabaran sebagai kunci melewati kondisi tersebut bersama-sama.
"Di tengah cobaan kemarau yang sedang kita hadapi saat ini, mudah-mudahan kehadiran Habib dan tausiahnya bisa mendinginkan kita semua, agar segala ujian ini dapat kita lalui bersama dengan penuh kesabaran," kata Wiyatno.
Ketua Panitia Pelaksana DSuwarno Muriyat melaporkan bahwa Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas membagikan 3.000 masker gratis kepada jamaah yang hadir. Langkah itu disebut sebagai aksi tanggap kesehatan menghadapi kondisi kabut asap.
Panitia juga mengundang warga untuk mengikuti Shalat Istisqa atau shalat memohon hujan secara berjamaah. Jadwalnya Senin (14/9) pukul 08.00 WIB di Halaman Masjid Agung Al-Mukarram Amanah Kuala Kapuas.
"Selain itu, panitia juga mengundang seluruh masyarakat untuk hadir melaksanakan Shalat Istisqa (shalat memohon hujan) berjamaah pada Senin (14/9) pukul 08.00 WIB di Halaman Masjid Agung Al-Mukarram Amanah Kuala Kapuas," ujar Suwarno.
Peringatan Maulid kali ini menghadirkan penceramah utama Al-Habib Ahmad Bin Novel Bin Salim Bin Jindan dari Jakarta. Dalam tausiahnya, ia menyampaikan apresiasi atas suasana Masjid Agung Al-Mukarram yang dinilainya megah dengan payung elektrik menyerupai Masjid Nabawi di Madinah.
Habib mengajak jamaah meneladani akhlak dan kesungguhan ibadah Nabi Muhammad SAW. Ia menyinggung riwayat Rasulullah SAW yang mendirikan shalat malam hingga kedua kaki beliau bengkak sebagai wujud syukur kepada Allah SWT.
Ia juga menekankan pentingnya menjadikan masjid sebagai pusat peradaban, pendidikan, dan penyebaran ilmu. Habib mencontohkan pengajaran Ahlus Sufah di Madinah pada masa Rasulullah SAW.
Wiyatno menegaskan peringatan Maulid Nabi hendaknya menjadi sarana memperkuat keimanan dan kebersamaan warga. Menurutnya, momen ini bukan hanya kegiatan rutin tahunan.
"Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan momentum bagi kita semua untuk mengenang kembali sejarah perjuangan, keteladanan, dan akhlak mulia Rasulullah SAW," katanya.
Melalui peringatan Maulid 1448 H ini, ia berharap keteladanan Rasulullah SAW dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuannya mewujudkan masyarakat Kabupaten Kapuas yang religius, rukun, berkarakter, serta semakin Bersinar.
Habib juga mengingatkan pentingnya sosok pemimpin yang adil atau imamun 'adil. Menurutnya, pemimpin semestinya memprioritaskan ketakwaan dan memakmurkan rumah Allah.