Rupiah Menguat 0,49% ke Rp17.810 per Dolar AS, Data NFP AS Jadi Pemicu

Penulis: Faizal Ramadhan  •  Senin, 10 Agustus 2026 | 10:10:31 WIB
Rupiah menguat 0,49% ke Rp17.810 per dolar AS pada perdagangan hari ini.

KALIMANTAN TENGAH — Pelemahan dolar AS kali ini cukup signifikan karena data NFP yang keluar Jumat lalu memicu penurunan ekspektasi kenaikan suku bunga acuan The Fed, atau Fed Funds Rate (FFR). Kondisi ini otomatis membuka ruang apresiasi bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai sentimen eksternal hari ini memang sedang mendukung penguatan rupiah.

Katalis Penguatan dari Data Tenaga Kerja AS

Lukman menjelaskan, rilis data NFP yang lemah menjadi pemicu utama pergerakan pasar pagi ini. Pelaku pasar langsung mengkalkulasi ulang probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan berikutnya.

"Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS yang tertekan setelah data pekerjaan AS NFP pada hari Jumat yang jauh lebih lemah dari harapan," kata Lukman kepada Infobanknews, Senin (10/8).

Dengan data ekonomi AS yang mendingin, imbal hasil obligasi pemerintah AS ikut tertekan. Alhasil, selisih imbal hasil (yield spread) antara aset dolar dan rupiah menyempit, membuat instrumen berdenominasi rupiah lebih menarik bagi investor asing.

Ketidakpastian Selat Hormuz Batasi Ruang Apresiasi

Meski ada momentum penguatan, Lukman mengingatkan ruang pergerakan rupiah masih dibayangi risiko geopolitik. Ketidakpastian mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi faktor penahan yang membuat laju penguatan tidak akan terlalu agresif.

"Namun ketidakpastian pembukaan kembali Selat Hormuz bisa menahan penguatan," imbuhnya.

Situasi ini membuat pelaku pasar cenderung wait and see. Di satu sisi ada tekanan dolar, di sisi lain ada potensi gejolak harga energi global yang bisa memicu inflasi dan mengganggu stabilitas pasar keuangan.

Proyeksi Pergerakan Rupiah Hari Ini

Dengan kombinasi sentimen tersebut, pergerakan nilai tukar rupiah hari ini diperkirakan akan berada dalam rentang yang cukup lebar. Lukman memproyeksikan rupiah akan berkutat di area Rp17.800 hingga Rp17.950 per dolar AS.

"Rupiah akan berada di range Rp17.800 hingga Rp17.950 per dolar AS hari ini," pungkasnya.

Level support terdekat berada di Rp17.800, sementara resistance psikologis berada di kisaran Rp17.950. Jika tekanan jual dolar AS berlanjut, bukan tidak mungkin rupiah berpeluang menembus level psikologis Rp17.800 pada sesi perdagangan berikutnya. Investor disarankan mencermati perkembangan isu geopolitik Timur Tengah sebagai penentu arah pergerakan selanjutnya.

Reporter: Faizal Ramadhan
Sumber: infobanknews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top