Pencarian

Rupiah Tembus Rp18.089, Tertekan Ekspektasi The Fed dan Ketidakpastian Kepemimpinan BI

Rabu, 29 Juli 2026 • 09:07:25 WIB
Rupiah Tembus Rp18.089, Tertekan Ekspektasi The Fed dan Ketidakpastian Kepemimpinan BI
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tercatat mencapai Rp18.089 pada perdagangan hari ini, tertekan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dan ketidakpastian kepemimpinan Bank Indonesia.

KALIMANTAN TENGAH — Berdasarkan data perdagangan hingga pukul 11:06 WIB, rupiah dibuka stagnan di level Rp18.000 sebelum terus merosot dan menyentuh titik terendah harian di Rp18.107. Posisi tersebut merupakan level psikologis baru yang menandakan tekanan jual terhadap mata uang Garuda masih sangat dominan.

Dua Sentimen Asing yang Menggerus Rupiah

Tekanan utama datang dari luar negeri. Data CME FedWatch menunjukkan probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada September 2026 mencapai 82 persen, sementara peluang kenaikan sekali lagi hingga akhir tahun berada di 77 persen. Ekspektasi ini muncul seiring kekhawatiran inflasi global akibat kenaikan harga energi dari eskalasi konflik di Timur Tengah.

Akibatnya, imbal hasil obligasi pemerintah AS terkerek naik, membuat dolar semakin atraktif. Arus modal pun bergeser dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, menuju aset berdenominasi dolar. Indeks dolar AS tercatat terus menguat dalam sepekan terakhir.

Selain suku bunga, kebijakan tarif impor AS terhadap produk Indonesia pekan lalu turut memperburuk sentimen. Kombinasi faktor ini membuat pelaku pasar memilih wait and see, sehingga permintaan terhadap rupiah ikut menurun.

Kekosongan Kursi Gubernur BI Tambah Beban

Di tengah tekanan eksternal, pasar juga diguncang oleh pengunduran diri Gubernur BI Perry Warjiyo dalam beberapa hari terakhir. Meski Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan fungsi bank sentral tetap berjalan normal, ketidakpastian kepemimpinan tetap menjadi kekhawatiran investor.

Pejabat sementara Gubernur BI, Destry Damayanti, meminta pelaku pasar tidak panik. Namun, sejumlah ekonom menilai sosok pengganti Perry nantinya harus mampu menjaga kredibilitas kebijakan moneter agar kepercayaan terhadap rupiah tidak tergerus lebih jauh.

Langkah BI: Intervensi vs Suku Bunga

Bank Indonesia sebenarnya telah menaikkan BI-Rate secara kumulatif sebesar 100 basis poin sejak Mei 2026, dengan kenaikan terakhir 25 bps pada 18 Juni. Namun, dalam Rapat Dewan Gubernur Juli, BI memutuskan menahan suku bunga acuan di level 5,75 persen.

Alih-alih menaikkan suku bunga, bank sentral memilih untuk mengintensifkan intervensi pasar valuta asing secara lebih terarah. Langkah ini dinilai sebagai upaya menyeimbangkan antara menjaga stabilitas kurs dan tidak menekan pertumbuhan ekonomi domestik.

Investasi mengandung risiko.

Bagikan
Sumber: pintu.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks