PLTU Kalteng-1 Kembali Beroperasi Usai 14 Hari Diperbaiki, PLN Masih Padamkan Listrik di Palangka Raya

Penulis: Irfan Hakim  •  Kamis, 06 Agustus 2026 | 14:32:31 WIB
PLTU Kalteng-1 kembali beroperasi setelah menjalani perbaikan selama 14 hari akibat kerusakan pipa boiler.

PALANGKA RAYA — Perbaikan PLTU Kalteng-1 yang berlangsung sejak 22 Juli 2026 akhirnya tuntas. Pembangkit berkapasitas besar itu kembali terhubung ke sistem interkoneksi setelah sebelumnya mengalami kerusakan pada salah satu pipa boiler.

Public Affairs Head PT SKS Listrik Kalimantan, Maulana Muhammad, menyatakan proses pemeliharaan tidak terencana itu diselesaikan sesuai target yang ditetapkan PLN. "PT SLK berhasil sinkron pada 5 Agustus 2026 pukul 13.10 WIB," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (6/8/2026).

Dua Wilayah ULP Masih Terdampak Pemadaman

PLN menjadwalkan pemadaman di wilayah kerja ULP Palangka Raya Barat dan ULP Palangka Raya Timur. Di ULP Palangka Raya Barat, pemadaman berlangsung dua sesi: pukul 12.00-15.00 WIB dan 15.00-18.00 WIB.

Kawasan yang terkena dampak antara lain Jalan Bukit Keminting, Bukit Indah, Garuda, Gagak, Walet, Parkit, Bukit Raya, kawasan Sabaru, Tjilik Riwut Kilometer 6-19, Riwut Tarung, dan Petuk Katimpun. Dua rumah sakit ikut terdampak, yakni RS Permata Hati dan RS Primaya Betang Pambelum.

RSUD, Bandara, dan Kampus Masuk Daftar Padam di ULP Timur

Wilayah ULP Palangka Raya Timur mendapat jadwal lebih panjang dengan tiga tahap pemadaman: pukul 12.00-15.00 WIB, 15.00-18.00 WIB, dan 18.00-21.00 WIB.

Fasilitas publik yang terkena imbas meliputi RSUD Kota Palangka Raya, Bandara Tjilik Riwut, Kampus IAIN Palangka Raya, Kompleks Universitas Palangka Raya, serta Kompleks Perkantoran Pemerintah Kota Palangka Raya. Jalan Mahir Mahar, Jalan Yos Sudarso, Jalan G Obos, Kelampangan, dan Tumbang Nusa juga masuk daftar.

Kawasan komersial seperti Hotel Luwansa dan Lippo Plaza Palangka Raya turut mengalami pemadaman pada jadwal yang sama.

Pasokan Berangsur Normal Secara Bertahap

PLN sebelumnya menjelaskan pemadaman bergilir masih diperlukan selama proses pembebanan pembangkit berlangsung bertahap. Langkah ini ditempuh agar sistem kelistrikan tetap stabil hingga PLTU Kalteng-1 beroperasi normal kembali.

Dengan beroperasinya PLTU Kalteng-1, pasokan listrik ke sistem interkoneksi diharapkan menguat. Hal ini berdampak positif pada keandalan kelistrikan di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Reporter: Irfan Hakim
Sumber: regional.kompas.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top