Film dokumenter garapan ESPN ini menjadi pilihan pertama yang wajib ditonton. "The Two Escobars" mengupas hubungan rumit antara Pablo Escobar, raja kartel narkoba Medellín, dan Andrés Escobar, bek tim nasional Kolombia yang tewas ditembak setelah Piala Dunia 1994. Keduanya sama-sama berasal dari Medellín, meski tak memiliki hubungan darah. Dokumenter ini menyoroti bagaimana uang dari kartel narkoba mengalir deras ke klub sepak bola Kolombia pada era 1980-an dan 1990-an, menciptakan tim nasional paling ditakuti di Amerika Selatan—sekaligus tragedi yang menghancurkannya.
Bagi yang belum pernah menonton, "The Two Escobars" adalah standar emas dokumenter sepak bola. Rilis perdana tahun 2010 sebagai bagian dari seri "30 for 30" ESPN, film ini tetap relevan karena narasinya yang kuat dan riset mendalam. Anda bisa menyaksikannya di Netflix atau layanan streaming yang menyediakan konten ESPN.
Serial dokumenter "Beckham" di Netflix menyajikan sudut pandang berbeda. Bukan sekadar sorotan soal tendangan bebas atau pernikahannya dengan Victoria Beckham. Serial empat episode ini justru membuka sisi paling rentan dari gelandang Manchester United dan Real Madrid itu: bagaimana ia menjadi korban kebencian nasional setelah kartu merah kontroversial melawan Argentina di Piala Dunia 1998. Beckham berbicara langsung tentang depresi dan ancaman pembunuhan yang ia terima, sesuatu yang jarang diungkap pesepakbola selevelnya.
Bagi yang bosan dengan kisah megabintang, "Sunderland 'Til I Die" di Netflix adalah opsi yang tepat. Serial ini mengikuti perjuangan klub sepak bola Inggris Sunderland yang terpuruk dari Premier League ke divisi ketiga. Alih-alih gemerlap trofi, dokumenter ini justru merekam kesedihan, kemarahan, dan fanatisme suporter yang tetap setia meski klub mereka hancur secara finansial. Ini adalah potret paling jujur tentang dampak sepak bola terhadap komunitas kelas pekerja.
Penulis artikel asli, yang tinggal di Toronto—salah satu kota tuan rumah—menggambarkan atmosfer Piala Dunia 2026 sudah terasa sejak awal. "Klakson mobil berbunyi sepanjang waktu, mobil-mobil berhias bendera melaju ke mana-mana," tulisnya. Bagi penggemar sepak bola di Indonesia yang tak bisa menyaksikan langsung pertandingan, menonton dokumenter-dokumenter ini bisa menjadi cara alternatif untuk merasakan euforia turnamen terbesar di dunia.