KALIMANTAN TENGAH — Peringatan cuaca ekstrem ini mencakup area dari timur laut Vietnam Utara hingga bagian selatan negara tersebut. Data yang dihimpun sejak pukul 07.00 hingga 20.00 waktu setempat pada hari ini mencatat curah hujan di atas 50 milimeter di sejumlah stasiun pemantau. Stasiun Huyen Hoi di Vinh Long mencatat angka tertinggi sementara dengan 102,8 milimeter, disusul Long Binh di Dong Nai sebesar 98,2 milimeter, dan Pulau Tran di Quang Ninh mencapai 84,2 milimeter.
Badan meteorologi memproyeksikan hujan dengan intensitas sangat lebat terkonsentrasi di daerah pegunungan dan dataran tengah Vietnam Utara. Volume curah hujan umum diperkirakan berkisar antara 50 hingga 120 milimeter, dengan titik-titik lokasi yang bisa melebihi 250 milimeter. Peringatan khusus dikeluarkan untuk potensi hujan lebih dari 100 milimeter dalam kurun waktu tiga jam, yang memicu banjir bandang di sungai-sungai kecil dan aliran air.
"Hujan terkonsentrasi dari sore hingga pagi hari," demikian pernyataan resmi pusat prakiraan cuaca. Kondisi ini dinilai berbahaya bagi permukiman di dataran rendah, zona perkotaan, serta kawasan industri. Lereng-lereng curam juga masuk dalam zona waspada tanah longsor.
Mulai malam ini hingga Selasa (17/6), Delta Utara, Vietnam Selatan, dan bagian barat Provinsi Lam Dong diperkirakan mengalami hujan dan badai petir tersebar dengan curah hujan 10-30 milimeter. Hujan lebat lokal bisa melampaui 60 milimeter, terutama pada sore dan malam hari. Badan meteorologi mengingatkan potensi tornado dan angin kencang selama badai petir berlangsung.
Cuaca buruk diperkirakan mulai mereda pada Kamis (19/6), ketika curah hujan lebat yang meluas di wilayah pegunungan dan dataran rendah Vietnam Utara berkurang secara signifikan.
Masyarakat di wilayah terdampak diimbau untuk waspada terhadap kemungkinan banjir kilat di perkotaan serta pergerakan tanah di area perbukitan. Badan meteorologi akan terus memperbarui informasi secara berkala seiring perkembangan kondisi cuaca.