BYD Mulai Produksi Mobil di Subang, Impor Januari-Mei 2026 Anjlok ke 358 Unit

Penulis: Joko Purnomo  •  Selasa, 16 Juni 2026 | 20:34:31 WIB
Pabrik perakitan mobil BYD di Subang resmi beroperasi untuk memenuhi kebutuhan display dan test drive.

KALIMANTAN TENGAH — PT BYD Motor Indonesia mengonfirmasi pabrik perakitan di Subang telah beroperasi. Tahap awal, produksi difokuskan untuk memenuhi kebutuhan display dan unit test drive di hampir 100 showroom dealer. Langkah ini menandai pergeseran strategi BYD dari importir penuh menjadi produsen lokal.

"Kita berani bilang assembly line sudah sangat ready untuk pemenuhan demand yang dibutuhkan market," ujar Luther Panjaitan, Head of Marketing PR and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, di Jakarta belum lama ini.

Dampak operasional pabrik langsung terlihat pada angka impor. Sepanjang 2025, BYD menjadi pabrikan dengan volume impor tertinggi di Indonesia: 64.013 unit completely built-up (CBU) asal China. Namun pada Januari-Mei 2026, impor BYD merosot ke 358 unit. Penurunan ini menandai transisi pasokan dari impor ke produksi lokal.

Produksi Lokal BYD M6 DM untuk Display dan Test Drive

Salah satu model yang mulai dirakit di Subang adalah BYD M6 DM. Luther mengatakan batch pertama produksi akan didistribusikan ke dealer sebagai unit display dan test drive. "Batch selanjutnya kita kirim supply-nya karena beberapa sudah melakukan order," tambahnya.

Meski pabrik sudah berjalan, data produksi BYD belum tercatat dalam laporan bulanan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Luther menjelaskan hal itu terkait aspek administratif. "Pelaporan Gaikindo terkait administratif, ada beberapa aspek yang harus penuhi dari sebuah kendaraan sehingga bisa kita laporkan, itu hanya masalah waktu," jelas dia.

Kapasitas 150 Ribu Unit per Tahun, BYD Lebih Percaya Diri

Pabrik Subang memiliki kapasitas produksi 150 ribu unit per tahun atau 10 ribu hingga 12 ribu unit per bulan. Angka ini tergolong masif untuk pabrik mobil listrik di Indonesia. Dengan status produksi lokal, BYD mengaku lebih percaya diri menghadapi persaingan pasar EV Tanah Air.

"Lebih confident kali ini, karena fasilitas ini bisa mampu 150 ribu unit per tahun," ucap Luther. "Kita berani bilang assembly line sudah sangat ready untuk pemenuhan demand yang dibutuhkan market," tegasnya.

Reporter: Joko Purnomo
Sumber: oto.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top