KALIMANTAN TENGAH — Lonjakan harga emas Antam terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar global. Investor domestik tampak memborong logam mulia sebagai lindung nilai terhadap potensi pelemahan rupiah dan gejolak pasar saham. Harga buyback atau harga jual kembali emas Antam juga ikut terkerek naik Rp12.000 menjadi Rp2.619.000 per gram.
Pergerakan harga emas Antam tidak bisa dilepaskan dari tren harga emas dunia yang sedang bullish. Harga emas di pasar spot global bertengger di level US$2.950 per troy ounce menjelang akhir pekan ini. Sentimen utama berasal dari ekspektasi pasar bahwa bank sentral Amerika Serikat (The Fed) akan memangkas suku bunga acuannya pada pertemuan September mendatang.
“Pelemahan dolar AS dan data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan menjadi katalis utama. Investor global beralih ke emas karena imbal hasil obligasi AS mulai menurun,” ujar seorang analis komoditas yang enggan disebutkan namanya kepada tim riset pasar.
Bagi investor ritel, kenaikan ini memberikan keuntungan unrealized gain yang signifikan bagi mereka yang membeli emas pada awal tahun. Pada Januari 2026, harga emas Antam masih berada di kisaran Rp2.450.000 per gram. Artinya, investor yang bertahan sejak awal tahun telah menikmati kenaikan lebih dari 10% dalam enam bulan.
Di sisi lain, pelaku bisnis perhiasan dan UMKM pengrajin emas mulai merasakan tekanan. Kenaikan harga bahan baku memaksa mereka untuk menyesuaikan harga jual produk jadi. Beberapa pengrajin di kawasan Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, mengaku omzet mereka turun karena konsumen menunda pembelian.
Keputusan BI yang akan diumumkan pekan depan juga menjadi perhatian pelaku pasar. Jika BI memutuskan untuk menahan suku bunga di level 5,75%, spread imbal hasil antara rupiah dan dolar AS tetap menarik. Namun, bila tekanan eksternal meningkat, emas tetap menjadi pilihan utama sebagai aset likuid.
Investor disarankan untuk mencermati pergerakan buyback price. Saat harga buyback mencapai Rp2,6 juta per gram, likuiditas investasi emas masih tergolong baik. Artinya, investor bisa keluar kapan saja tanpa diskon besar saat menjual kembali ke Antam.