Musim Kemarau Mulai di Kalteng, BMKG Peringatkan 13 Kabupaten/Kota Masih Rawan Hujan Lebat dan Angin Kencang

Penulis: Faizal Ramadhan  •  Jumat, 12 Juni 2026 | 21:13:31 WIB
BMKG Kalteng peringatkan 13 kabupaten/kota masih berpotensi hujan lebat dan angin kencang.

PALANGKA RAYA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya menyampaikan bahwa Zona Musim (ZOM) 11 di Kalimantan Tengah sudah memasuki musim kemarau. Namun, sebagian besar wilayah provinsi ini masih berada dalam fase transisi dari musim hujan ke kemarau.

Kondisi atmosfer yang belum sepenuhnya stabil selama pancaroba membuat potensi cuaca ekstrem masih mengintai. Prakirawan BMKG Palangka Raya, Chandra Mukti Wijaya, mengingatkan bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan.

13 Wilayah yang Perlu Waspada Cuaca Ekstrem

Berdasarkan prakiraan BMKG, daerah yang perlu meningkatkan kewaspadaan meliputi Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Sukamara, Lamandau, Seruyan, Katingan, Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Kapuas, Pulang Pisau, dan Kota Palangka Raya.

"Potensi hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang masih berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah," ujar Chandra saat dikonfirmasi, Jumat (12/6/2026).

Zona Musim Kemarau: Tiga Kabupaten Mulai Kering

Chandra menjelaskan, ZOM Kalteng 11 mencakup sejumlah kecamatan di tiga kabupaten. Di Barito Selatan, wilayah yang sudah memasuki musim kemarau meliputi Kecamatan Jenamas, Karau Kuala, sebagian Dusun Utara, sebagian Dusun Selatan, sebagian Gunung Bintang Awai, dan Dusun Hilir.

Sementara di Barito Timur, musim kemarau melanda Kecamatan Dusun Tengah, Awang, Patangkep Tutui, Banua Lima, Paju Epat, Pematang Karau, Paku, Raren Batuah, Karusen Janang, dan Dusun Timur. Sedangkan di Kapuas, dua kecamatan yang terdampak adalah sebagian Mantangai dan sebagian Timpah.

Pancaroba: Cuaca Cerah Tiba-tiba Hujan Lebat

BMKG menekankan bahwa masa transisi musim sering ditandai dengan perubahan cuaca yang cepat. Pada pagi hingga siang hari cuaca bisa tampak cerah, namun sore atau malam hari berpotensi terjadi hujan lebat secara tiba-tiba disertai petir dan angin kencang.

Dampak yang perlu diwaspadai antara lain pohon tumbang, genangan air di ruas jalan, gangguan transportasi, hingga kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kurang kuat. "Masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara cepat selama masa transisi musim ini dan selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG," tutup Chandra.

Reporter: Faizal Ramadhan
Sumber: tabengan.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top