Patroli yang digelar Jumat pekan lalu itu menyasar kawasan padat aktivitas, mulai dari Jalan Panglima Batur, Pasar Pendopo, Waterfront City (WFC), hingga Jalan Pangeran Antasari dan Jalan Magkusari.
Di sekitar Stadion Swakarya Muara Teweh, petugas menemukan sejumlah pelajar yang masih berkumpul di warung saat jam sekolah. Mereka langsung diberi pembinaan.
“Kami mengingatkan para pelajar agar tidak nongkrong di warung menggunakan seragam sekolah pada jam belajar. Apabila memang sudah selesai mengikuti kegiatan sekolah atau ujian semester, kami imbau agar langsung pulang ke rumah masing-masing,” kata Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP Barito Utara, M. Fitri Tirta Saputra.
Selain menertibkan pelajar, petugas juga mengedukasi pedagang dan warga agar tidak menggunakan bahu jalan atau trotoar untuk berjualan. Aktivitas itu dinilai mengganggu kenyamanan pengguna jalan dan melanggar aturan penggunaan fasilitas umum.
“Petugas memberikan edukasi dan imbauan kepada masyarakat agar tidak menggunakan bahu jalan maupun trotoar sebagai tempat berjualan atau menggelar barang dagangan,” jelas Fitri.
Dalam patroli kali ini, petugas melaporkan tidak menemukan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang beraktivitas di lokasi-lokasi rawan gangguan ketertiban. Kegiatan berlangsung aman dan lancar di wilayah Kelurahan Melayu dan Kelurahan Lanjas, Kecamatan Teweh Tengah.
Kepala Satpol PP Barito Utara Suparmi A Aspian menegaskan bahwa patroli rutin ini merupakan bagian dari upaya pemda menciptakan lingkungan yang tertib, aman, dan kondusif. Ia mengingatkan, ketertiban umum bukan hanya tugas pemerintah.
“Ketertiban umum tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat agar berbagai aktivitas dapat berjalan dengan baik dan harmonis,” ujar Suparmi.
Patroli serupa akan terus dilakukan secara berkala sebagai bentuk komitmen Satpol PP menjaga ketertiban dan kenyamanan di Barito Utara.