SAMPIT — Pembentukan Brigdalkarhutla di Kotim menjadi solusi bagi warga yang selama ini menjadi korban kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan setiap musim kemarau. Tim ini akan bertugas melakukan pencegahan, pemadaman, dan penanganan pascakebakaran secara terpadu.
Brigdalkarhutla akan menjadi garda terdepan dalam mengendalikan karhutla di Kotim. Tim ini direncanakan terdiri dari personel gabungan dari berbagai instansi, termasuk unsur TNI, Polri, Manggala Agni, dan relawan masyarakat.
Mereka akan dilengkapi peralatan pemadaman modern dan sistem peringatan dini berbasis data cuaca. Fokus utama operasi adalah di titik-titik rawan kebakaran yang tersebar di beberapa kecamatan di Kotim.
Kotawaringin Timur merupakan salah satu kabupaten di Kalimantan Tengah yang memiliki luas lahan gambut cukup besar. Setiap tahun, wilayah ini masuk dalam zona rawan karhutla yang kerap memicu kabut asap lintas batas.
Dalam audiensi tersebut, pemerintah pusat menilai pembentukan Brigdalkarhutla di Kotim mendesak dilakukan. Langkah ini bagian dari strategi nasional menekan angka kebakaran hutan dan lahan yang merugikan negara hingga triliunan rupiah setiap tahunnya.
Pembentukan Brigdalkarhutla di Kotim akan segera dimulai setelah seluruh dokumen administrasi rampung. Pemerintah Kabupaten Kotim akan menyiapkan posko dan fasilitas pendukung di lokasi yang ditentukan bersama Kementerian Lingkungan Hidup.
Warga di sekitar hutan diimbau ikut berpartisipasi aktif melaporkan titik api sejak dini. Tim yang terbentuk nanti akan membuka saluran komunikasi langsung dengan masyarakat.
Warga yang menemukan titik api atau asap di kawasan hutan dan lahan dapat segera melapor ke posko Brigdalkarhutla terdekat. Jangan melakukan pemadaman sendiri jika api sudah membesar karena berisiko tinggi. Laporkan lokasi secara detail agar tim pemadam bisa bergerak cepat.
Pemerintah Kabupaten Kotim akan membuka rekrutmen bagi warga lokal yang memenuhi syarat fisik dan kesehatan. Prioritas diberikan kepada mereka yang tinggal di desa-desa rawan karhutla dan memiliki pengalaman dalam pengendalian kebakaran.