MUARA TEWEH — Taman Penitipan Anak (TPA) Bunda Piara di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, berhasil menembus nominasi ajang Praktik Baik Cerita Inspiratif di area publik tingkat nasional. Ajang yang diselenggarakan oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN ini menilai inovasi layanan pengasuhan anak yang dihadirkan di lingkungan publik.
Keunikan program ini terletak pada lokasi dan sasarannya. Tidak seperti TPA pada umumnya yang berada di kompleks perumahan atau perkantoran, TPA Bunda Piara justru menghadirkan layanan di area pasar, tepatnya melalui program bernama “TAMASYA TPA Bunda Piara di Area Pasar”.
“Program ini lahir dari kebutuhan masyarakat, khususnya para pedagang dan pekerja di lingkungan pasar yang membutuhkan fasilitas pengasuhan anak yang aman dan nyaman,” jelas Kepala Sekolah TK Bunda Piara, Endang Pursini, dalam sesi wawancara virtual dengan tim penilai dari BKKBN, Selasa lalu.
Konsepnya sederhana namun berdampak: anak-anak dari para pedagang dan pekerja pasar mendapatkan ruang belajar yang aman, menyenangkan, dan sesuai tumbuh kembang mereka. Sementara itu, orang tua dapat beraktivitas di pasar tanpa rasa khawatir.
Bunda PAUD Barito Utara, Maya Savitri Shalahuddin, menegaskan bahwa keberadaan TPA di area publik merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam memenuhi hak-hak anak sekaligus mendukung orang tua yang bekerja. “Ini bentuk kepedulian dan komitmen bersama agar para orang tua yang bekerja tetap bisa memberikan pengasuhan yang optimal kepada putra-putrinya,” kata Maya di Muara Teweh, Rabu.
Keberadaan TPA ini tidak hanya membantu orang tua, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun generasi sehat, cerdas, dan berkarakter. Maya yang juga Ketua TP PKK Barito Utara menambahkan bahwa penguatan layanan pengasuhan dan pendidikan anak usia dini merupakan modal penting pembangunan daerah di masa depan.
“Melalui wawancara pendalaman ini, kami berharap praktik baik yang telah dilakukan TPA Bunda Piara dapat semakin dikenal dan menjadi contoh bagi daerah lain,” ujar Maya.
Proses penilaian dilakukan melalui koordinasi, diskusi, dan wawancara pendalaman secara virtual bersama Tim Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN. Kegiatan tersebut berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Barito Utara, Selasa (2/6).
Dalam sesi tersebut, tim penilai mendalami berbagai aspek inovasi, mulai dari manfaat program hingga dampaknya terhadap masyarakat. Hasil dari tahapan ini akan menjadi salah satu dasar penentuan nominasi terbaik pada ajang Praktik Baik Cerita Inspiratif di area publik tingkat nasional 2026.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Barito Utara, Silas Patiung, turut mendampingi proses wawancara bersama Maya dan Endang Pursini. Pemerintah Kabupaten Barito Utara berharap inovasi ini bisa direplikasi oleh daerah lain yang memiliki tantangan serupa dalam menyediakan fasilitas ramah anak yang terintegrasi dengan aktivitas masyarakat.