KUALA KURUN — Desa Karya Bhakti di Kecamatan Rungan kini menjadi percontohan program ketahanan pangan keluarga terpadu. Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Gunung Mas menunjuk desa tersebut sebagai lokasi uji coba yang hasilnya akan direplikasi ke desa-desa lain di wilayah Gumas.
Program ini mendorong setiap rumah tangga untuk memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber pangan mandiri. Warga tidak hanya diajak menanam sayuran dan tanaman obat keluarga, tetapi juga diberikan pendampingan teknis oleh penyuluh dari DPKP.
Dampaknya, kebutuhan pangan harian keluarga bisa tercukupi tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pasar. Dalam jangka panjang, program ini diharapkan menekan angka pengeluaran rumah tangga dan meningkatkan gizi keluarga.
Kepala DPKP Gunung Mas, melalui keterangan resminya, menyebut Desa Karya Bhakti memiliki potensi lahan pekarangan yang luas dan partisipasi masyarakat yang tinggi. “Desa ini dinilai siap menjadi lokasi percontohan karena warganya sudah terbiasa dengan kegiatan bertani,” ujarnya.
Selain itu, akses desa yang relatif dekat dengan pusat kecamatan memudahkan koordinasi dan pendampingan. Faktor ini menjadi pertimbangan utama agar program berjalan efektif dan hasilnya bisa cepat dievaluasi.
Setiap keluarga yang terdaftar sebagai peserta program akan mendapatkan bantuan bibit tanaman dan pupuk organik. DPKP juga menyediakan pelatihan teknis terkait teknik budidaya, pengelolaan hama, serta pascapanen.
Program ini tidak hanya fokus pada tanaman pangan, tetapi juga mencakup budidaya ikan dalam ember dan peternakan skala rumah tangga. Pendekatan terpadu ini bertujuan menciptakan siklus pangan yang berkelanjutan di tingkat keluarga.
Ibu rumah tangga dan petani skala kecil menjadi kelompok sasaran utama. Mereka yang sebelumnya tidak memiliki akses terhadap lahan pertanian produktif kini bisa memanfaatkan pekarangan rumah untuk bercocok tanam.
DPPK mencatat, sebanyak 50 kepala keluarga di Desa Karya Bhakti akan menjadi peserta tahap awal. Jika berhasil, program ini akan diperluas ke desa-desa lain di Kecamatan Rungan dan sekitarnya pada tahun depan.
Program percontohan sudah mulai berjalan sejak pekan lalu. DPKK menargetkan evaluasi pertama dilakukan setelah tiga bulan untuk mengukur tingkat keberhasilan dan partisipasi warga.
Hasil evaluasi akan menjadi dasar bagi pemkab untuk menentukan apakah program ini layak diperluas ke desa-desa lain. Jika dinilai sukses, replikasi program dijadwalkan mulai awal tahun depan.
Tidak. Desa Karya Bhakti adalah lokasi percontohan. Jika berhasil, program akan direplikasi ke desa-desa lain di Gunung Mas secara bertahap.
Warga mendapat bibit tanaman, pupuk organik, serta pendampingan teknis dari penyuluh DPKP secara gratis selama program berlangsung.
Pendaftaran dilakukan melalui kepala desa setempat. Warga yang terdaftar akan mendapatkan pelatihan dan bantuan secara bertahap sesuai jadwal yang ditentukan DPKP.