KATINGAN — PT Citra Borneo Utama Tbk kembali menyalurkan bantuan hewan kurban kepada masyarakat di sekitar kawasan industri perusahaan. Kali ini, dua desa di Kecamatan Pulau Malan menjadi penerima manfaat, yaitu Sungai Tendang dan Natai Raya.
Bantuan berupa puluhan ekor sapi itu dibagikan pada momen Iduladha. Warga setempat menerima daging segar yang langsung didistribusikan setelah proses pemotongan. Program ini merupakan agenda tahunan perusahaan.
Pemilihan Desa Sungai Tendang dan Natai Raya didasarkan pada kedekatan lokasi dengan area operasional PT Citra Borneo Utama Tbk. Manajemen perusahaan menilai, warga di dua desa ini memiliki hubungan erat dengan keberlangsungan industri sawit di wilayah tersebut.
“Bantuan ini bentuk kepedulian kami terhadap masyarakat yang selama ini mendukung kegiatan operasional perusahaan,” ujar perwakilan manajemen PT Citra Borneo Utama Tbk dalam keterangan resmi yang diterima redaksi.
Distribusi daging kurban dilakukan secara langsung kepada kepala keluarga di masing-masing desa. Panitia dari perusahaan bersama perangkat desa memastikan proses pemotongan dan pembagian berjalan lancar tanpa antrean panjang.
Seorang warga Desa Sungai Tendang, Ariyanto, mengaku bersyukur atas bantuan tersebut. “Daging ini sangat berarti, apalagi harga daging sapi di pasar cukup mahal. Kami terbantu,” katanya.
Penyaluran hewan kurban merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PT Citra Borneo Utama Tbk. Setiap tahun, perusahaan mengalokasikan anggaran khusus untuk kegiatan keagamaan dan sosial di sekitar area operasi.
Manajemen berkomitmen melanjutkan program ini pada tahun-tahun mendatang. Selain hewan kurban, perusahaan juga rutin menyalurkan bantuan pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur desa.
PT Citra Borneo Utama Tbk juga tercatat memberikan bantuan perbaikan jalan desa, beasiswa bagi pelajar berprestasi, serta layanan kesehatan keliling di Kecamatan Pulau Malan. Program-program ini disesuaikan dengan kebutuhan prioritas warga setempat.
Masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan industri dapat mengajukan usulan program melalui pemerintah desa. Perusahaan kemudian akan melakukan verifikasi dan penjadwalan sesuai anggaran CSR yang tersedia.
Tidak. Meski prioritas diberikan kepada desa penyangga, perusahaan juga membuka peluang kerja sama dengan desa-desa lain di Kabupaten Katingan. Keputusan akhir tetap berdasarkan kajian dampak dan kebutuhan lapangan.