7 Pesan Gubernur Kalteng di HUT ke-69: Kemandirian Daerah, Ancaman Karhutla, hingga Pesan ke Pemuda

Penulis: Joko Purnomo  •  Sabtu, 23 Mei 2026 | 12:14:30 WIB
Gubernur Kalteng menyampaikan pesan kemandirian daerah dan ancaman karhutla pada peringatan HUT ke-69.

KUALA KURUN — Pemerintah Kabupaten Gunung Mas menggelar upacara peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah di halaman Kantor Bupati, Sabtu (23/5/2026). Upacara yang dihadiri unsur Forkopimda, anggota DPRD, kepala perangkat daerah, hingga ASN ini menjadi ajang penyampaian visi pembangunan jangka pendek dan menengah daerah.

Program Baru Berjalan Efektif, APBD Masih Jadi Penyesuaian

Dalam sambutan yang dibacakan Sekda Richard, Gubernur Kalteng Agustiar Sabran mengakui bahwa implementasi berbagai program pembangunan saat ini baru berjalan efektif sekitar satu tahun hingga satu tahun tiga bulan. Penyebabnya, siklus Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang telah berjalan sebelumnya masih membutuhkan waktu penyesuaian.

“Pemerintah daerah juga diminta untuk terus mendukung program ASTA CITA Presiden Republik Indonesia agar pembangunan daerah dapat berjalan selaras dengan pemerintah pusat,” demikian bunyi sambutan yang dikutip dari rilis resmi Pemkab Gunung Mas.

Daerah Kuat adalah yang Mampu Berdiri di Atas Kaki Sendiri

Salah satu poin krusial yang ditekankan adalah penguatan kemandirian daerah. Gubernur mendorong optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai fondasi utama agar daerah tidak terus bergantung pada transfer pusat. Pesan ini relevan mengingat Gunung Mas dan sebagian besar kabupaten di Kalteng masih bergulat dengan peningkatan PAD dari sektor perkebunan dan pertambangan.

Pesan Khusus untuk Pemuda: Jangan Kalah Karena Berasal dari Daerah

Generasi muda Kalimantan Tengah mendapat perhatian khusus dalam pidato tersebut. Gubernur meminta mereka untuk terus berani bermimpi besar, bekerja keras, dan berinovasi demi kemajuan daerah.

“Jangan pernah merasa kalah karena berasal dari daerah. Dunia hari ini akan dimenangkan oleh mereka yang memiliki ide, karakter, dan kemauan untuk terus belajar,” kata Gubernur dalam sambutannya.

Karhutla dan Ketahanan Pangan Jadi Perhatian Serius

Memasuki musim kemarau, Gubernur mengingatkan seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kalimantan Tengah merupakan salah satu provinsi yang setiap tahun masuk dalam zona rawan bencana asap.

Selain itu, masyarakat diajak memanfaatkan pekarangan rumah sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan keluarga. “Tanam cabai, sayur-mayur, buah-buahan, maupun komoditas sederhana lainnya,” imbau Gubernur.

Semangat Huma Betang dan Harapan untuk Bumi Tambun Bungai

Menutup sambutannya, Gubernur mengingatkan pentingnya menjaga semangat Huma Betang sebagai simbol persatuan, kebersamaan, dan gotong royong. Filosofi rumah betang diyakini menjadi perekat sosial dalam menjaga budaya, lingkungan, serta masa depan generasi mendatang.

“Selamat Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah. Dirgahayu Bumi Tambun Bungai. Maju dan Jaya Provinsi Kalimantan Tengah, Maju dan Jaya NKRI,” tutup sambutan tersebut.

Apa yang Dimaksud dengan Program ASTA CITA yang Disebut Gubernur?

ASTA CITA adalah program prioritas nasional yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia. Pemerintah daerah di seluruh Indonesia, termasuk Kalteng, diminta menyelaraskan program pembangunan daerah dengan delapan misi utama dalam ASTA CITA tersebut, mulai dari pembangunan sumber daya manusia hingga pemerataan ekonomi.

Mengapa Kemandirian Daerah Melalui PAD Menjadi Krusial?

Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi kunci agar daerah tidak sepenuhnya bergantung pada dana transfer pusat. Dengan PAD yang kuat, daerah memiliki fleksibilitas lebih dalam membiayai program-program strategis sesuai kebutuhan lokal, termasuk penanganan bencana dan pembangunan infrastruktur dasar.

Bagaimana Warga Bisa Berpartisipasi dalam Pencegahan Karhutla?

Masyarakat diminta untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, segera melaporkan titik api ke aparat desa atau pemadam kebakaran, serta aktif dalam patroli pencegahan karhutla di lingkungan masing-masing. Partisipasi warga menjadi lini terdepan dalam menekan risiko kebakaran hutan dan lahan di musim kemarau.

Reporter: Joko Purnomo
Sumber: mmc.gunungmaskab.go.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top