KALIMANTAN TENGAH — Kepastian penunjukan Widodo diumumkan manajemen PSIS pada momentum ulang tahun ke-94 klub, Senin (18/5/2026). Langkah ini diambil untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Kas Hartadi yang hengkang pada akhir musim lalu.
Asisten Manajer PSIS, Moch Reza Handhika, menyebut rekam jejak Widodo sebagai faktor utama perekrutan. Pelatih asal Cilacap itu baru saja membawa Garudayaksa FC menjadi juara Pegadaian Championship 2025/26.
“Dengan bangga di momen ulang tahun PSIS Semarang ke-94 tahun ini kami memperkenalkan pelatih anyar untuk musim depan. Kami percayakan tim di musim depan untuk diarsitekinya,” ujar Reza dalam pernyataan resmi.
Lebih dari sekadar gelar juara, kemampuan Widodo mengorbitkan tim ke Liga 1 menjadi nilai jual utama. Sebelum Garudayaksa, ia sukses membawa Persijap Jepara promosi ke Liga 1 pada musim 2024/25. Prestasi serupa juga ia torehkan bersama Persita Tangerang pada musim 2019.
Manajemen PSIS tidak main-main dengan target di musim depan. Promosi ke Liga 1 menjadi harga mati yang dibebankan kepada Widodo. “Diharapkan beliau juga bisa membawa PSIS Semarang kembali ke Liga 1 dan sejalan dengan target manajemen PSIS musim ini yaitu promosi,” tutur Reza.
PSIS harus berbenah setelah terdegradasi ke Liga 2. Kedatangan Widodo diharapkan menjadi titik balik kebangkitan Laskar Mahesa Jenar yang memiliki basis suporter fanatik, Panser Biru dan Snex.
Widodo mewarisi skuad yang musim lalu diasuh Kas Hartadi. Ia dituntut cepat beradaptasi dengan materi pemain yang ada dan meracik strategi jitu di kompetisi yang ketat. Pengalamannya membangun tim dari bawah menjadi modal berharga.
Liga 2 musim depan diprediksi berlangsung sengit dengan banyak tim eks Liga 1 yang juga berambisi promosi. PSIS, dengan sejarah dan basis pendukungnya, jelas menjadi salah satu kandidat kuat. Kini, semua mata tertuju pada Widodo C Putro untuk mewujudkan mimpi publik Semarang.