Gubernur Kalteng Desak Pertamina Bangun Depo BBM di Wilayah Barito

Penulis: Faizal Ramadhan  •  Minggu, 10 Mei 2026 | 23:00:44 WIB
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran mendesak pembangunan depo BBM di wilayah Barito untuk stabilisasi pasokan.

PALANGKA RAYA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memperkuat infrastruktur energi dengan menambah titik distribusi bahan bakar minyak (BBM) hingga ke pelosok. Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, menyoroti ketimpangan fasilitas penyimpanan antara wilayah barat, tengah, dan timur yang memicu kerawanan pasokan.

Ia menuntut penambahan fuel terminal atau depo BBM saat bertemu perwakilan Pertamina di Istana Isen Mulang, Sabtu (9/5/2026) malam. Pemerataan fasilitas ini krusial untuk mengunci stabilitas harga dan menjamin ketersediaan stok di seluruh kabupaten.

Urgensi Depo Mandiri di Zona Timur Kalteng

Distribusi BBM di Kalimantan Tengah saat ini terbagi dalam tiga zona utama. Sayangnya, hanya wilayah timur yang hingga kini belum memiliki fasilitas penyimpanan mandiri yang representatif.

“Zona barat sudah ada di Sampit dan Pangkalan Bun, wilayah tengah ada di Pulang Pisau, sedangkan zona timur sampai sekarang belum memiliki fuel terminal,” ujar Agustiar Sabran kepada awak media.

Absennya depo di zona timur memperpanjang rantai distribusi menuju Barito Timur, Barito Selatan, Barito Utara, dan Murung Raya. Kehadiran depo baru akan memangkas waktu tempuh pengiriman sekaligus meminimalisir risiko kelangkaan akibat kendala teknis di perjalanan.

Pertamina Evaluasi Infrastruktur Distribusi

Executive General Manager Regional Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga, Isfahani, menyatakan pihaknya terus mengevaluasi infrastruktur di Bumi Tambun Bungai. Saat ini, Pertamina mengelola tiga fuel terminal, delapan SPBE, serta didukung 75 SPBU reguler di seluruh Kalteng.

“Pengembangan fuel terminal mempertimbangkan kebutuhan, jangkauan distribusi, dan aspek investasi,” kata Isfahani. Ia menegaskan prioritas utama adalah memastikan pasokan BBM menjangkau seluruh wilayah dengan optimal.

Pertamina intens berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memetakan titik pengembangan fasilitas yang paling mendesak. Luasnya geografis Kalimantan Tengah menjadi tantangan utama dalam menjaga ketahanan energi nasional di level daerah.

Warga Diimbau Tenang dan Hindari Panic Buying

Selain mengejar proyek jangka panjang, Gubernur Agustiar Sabran meminta masyarakat tetap tenang dalam mengonsumsi BBM. Ia mengimbau warga di 14 kabupaten/kota tidak terjebak aksi borong atau panic buying yang justru memperkeruh situasi lapangan.

“Kami minta masyarakat membeli sesuai kebutuhan saja. Pemerintah dan Pertamina terus berupaya agar distribusi berjalan lancar,” tegas Agustiar.

Pengawasan lapangan akan diperketat untuk mencegah antrean panjang yang mengganggu roda ekonomi warga. Pemprov memastikan stok BBM saat ini aman sembari menunggu kajian teknis penambahan depo di wilayah Barito terealisasi.

Reporter: Faizal Ramadhan
Sumber: intimnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top