Pemerintah Kota Medan memberikan penghargaan resmi kepada PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 atas kontribusinya dalam mencetak talenta teknologi melalui ajang Medan Coding Competition 2026 pada Minggu (10/5). Apresiasi ini diberikan sebagai pengakuan atas peran aktif BUMN pelabuhan tersebut dalam mempercepat transformasi digital dan pengembangan sumber daya manusia di wilayah Sumatera Utara. Langkah kolaboratif ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem inovasi daerah guna menghadapi tantangan ekonomi digital yang kian kompetitif.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Pemerintah Kota Medan melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) kepada manajemen Pelindo Regional 1. Seremonial ini merupakan bentuk apresiasi atas dukungan penuh perusahaan sebagai sponsor utama dalam kompetisi teknologi yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) pada 8–9 Mei 2026 lalu.
Pemerintah Kota Medan menilai dukungan sektor usaha seperti Pelindo sangat krusial dalam menjembatani kebutuhan industri dengan kemampuan teknis generasi muda. Penyerahan piagam penghargaan ini menandai keberhasilan sinergi antara regulator daerah dan perusahaan milik negara dalam menciptakan wadah bagi para inovator lokal.
Manager Hukum dan Humas Pelindo Regional 1, Fadillah Haryono, mengungkapkan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk kepercayaan sekaligus motivasi bagi internal perusahaan. Menurutnya, keterlibatan dalam dunia pendidikan dan teknologi sudah menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam mendukung agenda nasional.
“Pelindo Regional 1 mengucapkan terima kasih atas penghargaan yang diberikan langsung oleh Wali Kota Medan. Dukungan terhadap kegiatan Medan Coding Competition 2026 merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia dan transformasi digital di Indonesia, khususnya di Sumatera Utara,” ujar Fadillah dalam keterangan resminya.
Keterlibatan Pelindo dalam ajang ini tidak lepas dari kebutuhan industri pelabuhan yang kini semakin mengandalkan integrasi teknologi informasi. Fadillah menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, institusi pendidikan, dan sektor bisnis adalah langkah strategis untuk melahirkan talenta yang siap pakai di pasar kerja global.
“Sinergi antara pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan sektor usaha menjadi langkah strategis dalam menciptakan ekosistem inovasi yang mampu melahirkan generasi muda yang kompetitif dan berdaya saing,” tambahnya. Perusahaan meyakini bahwa penguatan kapasitas digital di level daerah akan berdampak langsung pada efisiensi layanan publik dan pertumbuhan ekonomi regional.
Medan Coding Competition 2026 sendiri menarik minat besar dari berbagai perguruan tinggi dan sekolah menengah di Sumatera Utara. Selama dua hari kompetisi, para peserta ditantang untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam pemrograman, pengembangan perangkat lunak, hingga menciptakan solusi inovatif berbasis teknologi informasi.
Melalui dukungan berkelanjutan pada kegiatan serupa, Pelindo Regional 1 menargetkan terciptanya suplai talenta digital yang konsisten dari wilayah Sumatera Utara. Hal ini sejalan dengan visi besar BUMN untuk tidak hanya unggul dalam operasional logistik, tetapi juga menjadi katalisator bagi kemajuan pendidikan dan teknologi di area kerja mereka.
Langkah ini mempertegas posisi Pelindo Regional 1 sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun fondasi ekonomi berbasis pengetahuan. Ke depan, perusahaan berkomitmen untuk terus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas guna memastikan talenta-talenta muda Medan memiliki daya saing tinggi di era digital.