SAMPIT — Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Rimbun mendorong agar semangat pembangunan nasional yang dicanangkan pemerintah pusat dapat diterjemahkan secara nyata hingga ke tingkat daerah. Harapan ini disampaikannya menanggapi pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang digelar secara daring, Jumat.
Menurut Rimbun, tema peringatan tahun ini, "Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur", bukan sekadar slogan seremonial. Tema tersebut dinilai sejalan dengan aspirasi masyarakat dan arah kepemimpinan nasional untuk mewujudkan negara yang bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.
Relevansi dengan Kebutuhan Pemerataan di Kotim
Politikus asal Bumi Habaring Hurung itu menegaskan bahwa pesan tentang persatuan, kedaulatan, keadilan, dan kemakmuran memiliki relevansi kuat dengan kondisi pembangunan di Kotim. Ia mengakui pemerataan pembangunan di berbagai sektor masih menjadi pekerjaan rumah yang harus dituntaskan.
"Kita berharap kue-kue pembangunan bisa ikut dinikmati masyarakat di Bumi Habaring Hurung dalam masa periode kepemimpinan Kabinet Merah Putih, sebagaimana yang kita kutip dari pidato Presiden, yaitu bersatu dan adil," ujarnya di Sampit.
Momentum Kemerdekaan untuk Perkuat Semangat Kebangsaan
Lebih lanjut, Rimbun menilai peringatan kemerdekaan tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial belaka. Momen ini justru menjadi ruang strategis untuk memperkuat semangat kebangsaan, terutama di kalangan generasi muda.
Ia memberikan apresiasi kepada masyarakat yang aktif menyemarakkan HUT Kemerdekaan melalui berbagai perlombaan dan kegiatan positif. Kegiatan semacam ini, menurutnya, menjadi wadah efektif untuk membangun kebersamaan sekaligus mendorong pemuda agar lebih produktif dan berprestasi.
Semangat Gotong Royong untuk Tekan Karhutla
Rimbun juga mengaitkan semangat kebersamaan tersebut dengan upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menjadi tantangan di Kotim. Ia meminta peran aktif masyarakat diperkuat, khususnya dalam menjaga lingkungan di sekitar tempat tinggal masing-masing.
"Kami juga meminta bantuan masyarakat untuk bekerja sama sehingga api dan asap ini bisa dikurangi. Masyarakat dapat ikut berpartisipasi, paling tidak mengawasi lahan atau lokasi masing-masing," demikian Rimbun.
Kewaspadaan dini dari tingkat akar rumput dinilai krusial agar potensi munculnya titik api dapat dideteksi dan ditangani lebih cepat sebelum meluas.