Pencarian

Bupati Kotim Buka Pra-MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 1, Tegaskan Pendidikan Tanggung Jawab Bersama

Kamis, 30 Juli 2026 • 19:25:31 WIB
Bupati Kotim Buka Pra-MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 1, Tegaskan Pendidikan Tanggung Jawab Bersama
Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor membuka Pra-MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kotim di Jalan Wengga Metropolitan, Baamang Barat, Kamis (30/7/2026).

SAMPIT — Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor membuka secara resmi kegiatan Pra-Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (Pra-MPLS) dan Open House Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kotim di gedung barunya. Sekolah yang berlokasi di Jalan Wengga Metropolitan, Baamang Barat itu mulai menerima peserta didik baru pada Kamis (30/7/2026). Anak-anak dari berbagai kecamatan di Kotim tampak datang bersama orang tua mereka untuk mengikuti proses registrasi.

270 Siswa Baru Bergabung di Tahun Ajaran 2026/2027

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kotim, Nikkon Bhastari, menyebutkan bahwa pada tahun ajaran 2026/2027 sekolah menerima sebanyak 270 peserta didik baru. Rinciannya, 50 siswa SD, 117 siswa SMP, dan 103 siswa SMA. Jumlah itu menambah 100 peserta didik dari tahun ajaran sebelumnya yang terdiri dari 50 siswa SD dan 50 siswa SMA.

“Kami berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang aman dengan mencegah segala bentuk perundungan serta memberikan layanan pendidikan terbaik bagi seluruh peserta didik,” ujar Nikkon.

Bupati: Investasi Terbesar adalah Membangun Manusia

Dalam sambutannya, Halikinnor menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang berkolaborasi menyukseskan penyelenggaraan sekolah ini. Ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga kualitas sumber daya manusia.

“Terima kasih kepada seluruh instansi terkait dan semua pihak yang telah bekerja sama sehingga kegiatan ini dapat terselenggara dengan baik. Ini bukan sekadar seremonial, tetapi penegasan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama,” kata Halikinnor.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, daerah, sekolah, dunia usaha, masyarakat, hingga keluarga menjadi fondasi utama dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berkeadilan. Ia juga menegaskan bahwa tidak boleh ada anak di Kotim yang kehilangan masa depan hanya karena keterbatasan ekonomi.

“Kami meyakini investasi terbesar bukan hanya membangun jalan atau gedung, tetapi membangun manusia. Dari generasi muda yang cerdas, berkarakter dan berdaya saing, masa depan Kotawaringin Timur akan ditentukan,” pungkasnya.

Program Nasional Pemutus Rantai Kemiskinan Antargenerasi

Kegiatan Pra-MPLS tahun ini merupakan bagian dari gelombang kedua secara nasional. Pembangunan gedung dan operasional sekolah didukung pendanaan dari APBN melalui Kementerian Sosial RI. Program Sekolah Rakyat yang diinisiasi Kemensos bertujuan memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui pendidikan gratis berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Program ini mengintegrasikan pembinaan karakter, penyediaan asrama, kebutuhan hidup peserta didik, hingga pemberdayaan ekonomi keluarga. Halikinnor pun mengajak para orang tua untuk terus menjadi mitra sekolah dalam mendampingi anak-anak agar tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak, disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab.

Bagikan
Sumber: beritasampit.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks